Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Tanam Pohon Flamboyan

2728

TANJUNGSARI-JUMAT PAHING | Bupati Gunungkidul, H. Sunaryanta meresmikan dua Tempat Pengelolaan Sampah Reuce – Reduce – Recycle (TPS3R) di Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus, dan Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Jumat (26/01/2024).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gunungkidul, Hari Sukmono mengatakan, progam tersebut mendukung Perda Sampah Nomor 14 Tahun 2020 Tentang Pengelolaan Sampah.

“Bahwa pengelolaan sampah sebisa mungkin dapat diselesaikan di masing-masing kalurahan dengan TPS3R,” kata Hari dalam sambutanya.

Saat ini, pihaknya mengatakan, Gunungkidul baru memiliki 17 TPS3R. Untuk pembangunan di Tepus dan Kemadang ini menggunakan anggaran yang bersumber dari Dana Keistimewaan.

“Ada tambahan 2 lokasi dari APBN murni TH 2023 di Pampang dan Petir. selanjutnya perlu untuk membangun pada kalurahan-kalurahan lainnya,” paparnya.

Pembangunan TPS3R di wilayah ini, Heri berujar, diharapkan dapat melayani wilayah pantai, serta mengurangi kuantitas dan memperbaiki karakter sampah yang akan masuk TPA.

“Jumlah sampah yang masuk ke TPA pada TH 2023 sebesar 10.770.245 ton atau setiap harinya kurang lebih 48 ton, sampah ini berasal dari permukiman, pasar, perkantoran, hotel, dan pantai,” ucapnya.

Hari menambahkan, pembangunan dua TPS3R Dadi Rejeki “Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus, dan TPS3R” Sari Limbah Barokah Kalurahan Kemadang menelan anggaran dari Dana Keistimewaan seniilai Rp 1.260.170.000,-.

“Jumlah sampah yang dikelola TPS3R seluruh TPS 3R di Gunungkidul: ± 8,5 Ton/hari (30% dari total sampah masuk TPS 3R) dengan omset seluruh TPS 3R di Gunungkidul: ± 90.000.000,-/bulan,” paparnya.

Di tempat yang sama Kepala Bagian Pelayanan dan Umum, Paniradya Keistimewaan DIY, Ariyanti Luhur Tri Setyarini mengatakan, bahwa Danais membantu menyelesaikan beberapa persoalan yang ada salah satunya yakni masalah sampah.

“Pengelolaan sampah perlu dukungan dan partisipasi aktif. Sistem pengelolaan Reduce, Reuse, Recycle (3R) merupakan pola pendekatan peran aktif,” jelasnya.

Selain itu, ditambahkan Ariyanti, 3R merupakan solusi terbaik, mulai dari tataran individu, hingga kegiatan yang melibatkan masyarakat. Apabila digarap dengan apik, Ariyanti berujar, maka hasilnya dapat meningkatkan perekonomian.

“Terciptanya pergeseran pola pikir tentang sampah agar mampu memberikan manfaat sesuai dengan namanya,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul, H. Sunaryanta berharap Bumi Handayani menjadi kota yang bersih. Menurutnya dengan menjadi kota bersih, maka otomatis akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

“Prinsipnya saya sangat mendukung pengelolaan sampah 3R ini. Selain mampu memperdayakan masyarakat, kita juga dapat memilah sampah sejak di rumah,” ucapnya.

Orang nomor satu di Gunungkidul ini juga mengajak masyarakat untuk menanam pohon Flamboyan yang memiliki bunga berwarna cerah serta cocok ditanam di Gunungkidul utamanya saat musim kemarau.

“Semakin panas bunganya akan semakin bagus ada yang warna merah, ini akan kita kampanyekan dan hasilnya bisa kita nikmati 3 sampai 4 tahun mendatang,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gunungkidul juga berkesempatan memberikan penghargaan kepada pegawai yang bekerja dan mengemban tugas lapangan.

Penghargaan tersebut diberikan langsung langsung oleh Bupati Gunungkidul H. Sunaryanta.

(Suryono)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.