Danais Rp 41 Miliar Belum Dirasakan Masyarakat Luas

234

GUNUNGKIDUL-RABU PON | Tahun 2021 Pemda DIY menerima Danais dari Pemerintah Pusat Rp 1,3 triliun, sama besarnya dengan Danais 2020. Wakil Ketua DPRD Gunungkidul Heri Nugroho mengamati Danais yang digelontorkan ke Gunungkidul belum dirasakan masyarakat secara luas.

“Tahun 2021 Kabupaten Gunungkidul menerima Danais Rp 41 miliar,” ujar Heri Nugroho, di Gedung DPRD Gunungkidu, (l 6-4-2021).

Mengutip pernyataan Kepala Paniradya Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta, Aris Eko Nugroho, Heri Nugroho bilang, bahwa Danais terfokus pada lima bidang Keistimewaan DIY yaitu kelembagaan, pertanahan, tata ruang, kebudayaan, dan pengisian jabatan.

“Untuk keperluan gotong royong membangun cor jalan desa belum terpikirkan, pada hal ada peluang,” ujarnya.

Heri Nugroho menjekaskan, menyikapi Perdais, turunan dari UU 13 Tahun 2012, perubahan nama kades jadi lurah, kamituwa, jagabaya, ulu-ulu dan yang lain itu menjadi hambar tanpa makna ketika tidak dibarengi anggaran Danais masuk ke kalurahan. Sementara anggaran Danais menurut Heri Nugroho melalui perjuangan panjang dan dukungan desa se-DIY.

Menurut Heri Nugroho anggaran Danais yang besar belum bisa dirasakan oleh masyarakat perdesaan. Di Gunungkidul malah untuk program mencari sejarah rempah-rempah yang tidak genah.

“Saya belum pernah dengar, bahwa jalur perdagangan rempah-rempah melalui Pantai Selatan Pulau Jawa,” tutur Heri Nugroho.

Terpisah, ketika Sigit dari Kunda Kabudayan Gunungkidul mengklaim bahwa di Padukuhan Kemuning ada bekas kapal pengangkut rempah-rempah dibantah warga.

Supriyadi warga Kemuning membenarkan bahwa di Telaga Kemuning memang ada kapal yang tenggelam, maksudnya terbenam di lumpur.

“Tetapi itu kapal bantuan Presiden Joko Widodo, bukan peninggalan jaman penjajahan,” bantahnya. (Bambang Wahyu Widayadi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.