Dinihari Bau Parfum, Modus Baru Pencurian Kambing

805

PATUK, Rabu Pon–Susilo, Warga Rt 31, Rw 38, Padukuhan Putat I, Desa Putat, Kecamatan Patuk, kehilangan kambing. Seperti dituturkan Temu, orang tua Susilo, kambing tersebut sebenarnya telah dijual. Dinihari, setelah tercium aroma parfum kambing lenyap digondol maling. Polsek Patuk masih melakukan penyelidikan intensif.

Pukul 01.00 WIB, demikian Temu bercerita, Susilo anaknya mencium bau parfum. Dia mengira itu orang lewat. Maklum rumah tinggalnya diapit dua jalan aspal, depan jalan nasional Jogja-Wonosari, belakang jalan desa.

Jam 02.00, kambing-kambing itu mengembik, Susilo keluar, melihat yang di kandang tinggal dua betina, yang jantan  hilang.

Dini hari, seisi rumah geger melacak di sekitar pekarangan namun tidak diketemukan. Mereka sadar, ternyata kambing piaraannya, satu digondol maling.

Kerugian Rp 2 juta tidak di pihak Susilo, karena beberapa bulan lalu kambing itu telah dibeli Sumiyati, tetangga Susilo, rencana untuk peringatan seribu hari suami.

Sebagian tetangga Susilo menduga, aroma parfum merupakan modus ayar pencuri kambing. Artinya, wewangian bukan sekedar disemprotkan ke badan, melainkan sebagai alat untuk membungkam moncong kambing agar tak bersuara.

Terkait maraknya pencurian kambing, Kapolsek Patuk, Kompol Sumarwoto ketika dikonfirmasi menyatakan, pihaknya menggerakkan peran babinkamtibmas, maupun patroli satuan sabara.

“Pencurian kambing di Desa Putat, besar kemungkinan ada kaitan dengan yang di Desa Salam,” aku Sumarwoto (7/1). Agung Sedayu-ig




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.