Dua Tampungan Air di Natah Hilang, Warga Lapor Polisi

636

NGLIPAR-MINGGU PAHING | G seoarang Anggota Kelompok Tirta Gayam Sari Kalurahan Natah, Kapanewon Nglipar, mendatangi Polsek Nglipar untuk melaporkan hilangnya dua aset milik kelompok. Tak hanya seorang diri, pelapor juga ditemani dua anggota kelompok sekaligus saksi hilangnya dua unit tampungan air milik kelompok Tirta Gayam Sari, Kamis (14/12/2023).

Hal terebut dibenarkan Kanit Reskrim Polsek Nglipar IPDA Wahyudi bahwa, pelapor datang ke Polsek Nglipar bersama dua orang saksi.

Sebelumnya, menurut laporan,  tampungan air tersebut merupakan aset milik kelompok Tirta Gayam Sari yang diperoleh dari bantuan Caritas Swiss pada tahun 2010 lalu.

“Menurut laporan, kelompok Tirta Gayam Sari mendapat bantuan tujuh tampungan air,” jelas Wahyudi.

Sementara, menurut informasi dari sejumlah warga Natah, hilangnya tampungan air tersebut bermula saat mereka akan mendapatkan bantuan air bersih guna menghadapi musim kemarau.

Namun, saat mereka bermaksud melakukan cek kondisi bak penampung air, dua dari tujuh tampungan tersebut sudah tidak berada di lokasi.

“Sebelumnya nggak ada musyawarah, tau tau sudah hilang,” jelasnya.

Menyadari asetnya telah hilang, perwakilan kelompok Tirta Gayam Sari Padukuhan Natah Kulon, Kalurahan Natah, Kapanewon Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Nglipar.

Saat ini kasus hilangnya aset milik kelompok Tirta Gayam Sari tersebut dalam proses penyelidikan Polisi Polsek Nglipar.

“Kami akan meminta keterangan saksi-saksi ataupun ketua beserta anggota kelompok,” pungkas Kanit Reskrim Polsek Nglipar.

A Yuliantoro

 

 

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.