Gertam Bambu Wuluh Untuk Lindungi DAS dan Air Terjun

932

SEMIN-JUMAT WAGE | Kelompok Tani (Poktan) Hutan Tunas Lestari, Padukuhan Nepoh, Kalurahan Semin, Kapanewon Semin, Gunungkidul melaksanakan gerakan tanam (gertam) seribu batang bambu wuluh Rabu, (2/12/2020).

“Tunas Kestari menghijaukan Daerah aliran sungai (DAS) sekitar Air Terjun Ngelo untuk kepentingan konservasi, bisnis dan pariwisata,” ujar Ahmat Jujur, Ketua Poktan Hutan Tunas Lestari kepada media.

Ahmat Jujur, Ketua Poktan Hutan Tunas Lestari, Padukuhan Nepoh, Kalurahan Semin, Kapanewon Semin, Gunungkidul, di depan Kadinas Pertanian Pangan Bambang Wisnu Broto melaporkan, bahwa 1000 bambu wuluh merupakan bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY.

“Bambu wuluh, kata Ahmat Jujur, disamping untuk konservasi dan mendukung pariwisata Air Terjun Ngelo, adalah untuk mencukupi bahan baku kerajinan bambu yang diekspor ke Eropa.

Sementara itu, Plt Kadinas DLHK DIY Ir. Hananto dalam sambutannya berharap, bahwa gerakan tanam seribu bambu di Ngepoh berdampak meningkatkan perekonomian lokal di tengah pandemic covid 19.

“Tahap pertama bantuan bibit 1000 batang bambu wuluh untuk 5 ha,” terang Harnanto.

Di tempat yang sama, Kadinas Pertanian Pangan Gunungkidul Ir. Bambang Wisnu Broto, mengapresiasi gertam bambu wuluh yang ditanam di sepanjang bantaran sungai sekitar area air terjun Ngelo.

“Gertam bambu wuluh perlu dukungan berbagai OPD baik Pariwisata maupun Perindustrian demi pengembangan industri dan wisata di Ngepoh,” ujar Bambang Wisnu Broto.

Dia menyatakan hal itu karena merujuk laporan Ahmat Jujur, bahwa kebutuhan bahan baku bambu wuluh di Ngepoh masih kurang. Bahan baku bambu dari Ngepoh hanya memenuhi 30% kebutuhan. Yang 70% didatangkan dari Klaten, Boyolali, Jawa Timur dengan harga Rp. 20 juta satu truk. (Bambang Wahyu)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.