Ketersediaan Hewan Layak Kurban di Gunungkidul Termonitor Kurang

96

WONOSARI, SELASA LEGI – Kepala Bagian Analisa Kebijakan Produktivitas, Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda DIY, Deden Rohanawati menyatakan, hewan layak kurban di Kabupaten Gunungkidul sangat terbatas. Bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Deden memonitor hewan di pasar hewan Munggi, Semanu, Senin (13/8).

“Kurangnya hewan layak kurban tentu menjadi salah satu faktor kenaikan harga hewan kurban baik kambing maupun lembu,” kata Deden.

Kesadaran masyarakat untuk berkurban meningkat, juga menjadi alasan kenapa harga hewan kurban mengalami kenaikan.

Deden memaparka, harga sapi di Gunungkidul berkisar antara 18 sampai 20,5 juta rupiah. Kenaikannya mencapai 2 juta rupiah per ekor. Angka tersebut jika dibandingkan tahun lalu memang lebih tinggi.

“Langkah yang dapat kami ambil adalah dengan mengoptimalkan kinerja SKPD Kabupaten Gunungkidul dalam hal ini Dinas Pertanian dan Pangan,” terangnya.

Dikatakan Deden, pihaknya juga terus melakukan pembinaan lebih intensif kepada para pedagang dan peternak. Fokus lainya adalah mengenai ketersediaan ternak. Menurutnya saat ini, di Gunungkidul jumlahnya masih tergolong aman.

Sementara itu, Asisten Direktur Bank Indonesia cabang Jogja, Probo Sukesi berharap, jangan sampai kenaikan harga hewan kurban ini menyebabkan inflasi. Mengingat pada idul fitri kemarin terjadi inflasi, salah satu pemicunya adalah naiknya harga daging ayam hingga 0,9 %.

“Bersama TPID kami akan lakukan pemantauan hingga harga kembali normal,” katanya. (wp/ig)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.