Kritik Pedas Bagi Bacalon Bupati Gunungkidul 2024

1962

GUNUNGKIDUL-RABU LEGI | Untuk sementara bakal calon Bupati Gunungkidul yang muncul ada 4 personil salah satu di antara mereka membuat pernyataan tetapi rupanya keseleo lidah sehingga mendapat kritikan pedas dari seorang jurnalis senior sekaligus Pemimpin Redaksi infogunungkidul.com

“Jadi bupati di GK kudu duwe duit akeh, ra perlu titel ra perlu terkenal ra perlu pinter Mas,” ucap Benyamin Sudarmadi via aplikasi WhatsApp, (22/4).

Menanggapi pernyataan Benyamin, Bambang Wahyu Wijayadi yang berprofesi sebagai seorang wartawan, sastrawan, dan juga budayawan, menganggap bahwa itu pernyataan konyol dan pikun.

Bacalon bupati yang dianggap keseleo lidah itu adalah Benyamin Sudarmadi yang rencananya akan maju menggunakan hak politik dari perseorangan.

Kritik pedas tersebut termasuk dia tulis dalam bentuk tembang dhandhanggula sebagai berikut:

PEPENGET

Galihira bacalon Bupati. Tebih wiji sastra sastra lan budaya. Mangka ageng kuwasane. Jembar ciuting ngelemu, sampurnane bela negari. Ora mungĀ  tuku swara. Niku adab pikun. Panggaha mulat sarira, ngruwat raga riten kelawan ratri. Warga rosa sentosa.

Di samping itu, dia menanyakan untuk biaya politik dalam arti membeli suara Pilkada di Gunungkidul menghabiskan berapa miliar rupiah, dijawab begitu ringan oleh Benyamin Sudarmadi.

“50 miliar Mas” jawab Benjamin tegas.

Pernyataan Profesor doktor Quraish Shihab kalau yang dinyatakan Benyamin itu benar terjadi maka bisa dianggap itu merupakan cermin masyarakat Kabupaten Gunungkidul. Kata Quraish Shihab itu cermin yang buruk bukan cermin yang baik. (Amel)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.