Pengedar Obat Berbahaya Asal Karangmojo Dicekal Polisi

766

WONOSARI – Senin Wage | Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Gunungkidul berhasil mengamankan satu orang terduga penyalahgunaan obat keras/obat berbahaya, Kamis (30/01/2020) lalu.

Kasubag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Eni Nurwidhiastuti menyampaikan, satu orang tersangka yakni DW (23) warga Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul.

 

 

“DW ditangkap di Wonosari beserta barang bukti berupa 100 butir pil warna putih dengan logo “Y” atau pil sapi beserta uang hasil penjualan pil sebanyak 50 ribu rupiah,” terang Iptu Eni, Senin (03/02/2020).

Iptu Eni menjelaskan, penangkapan bermula dari informasi masyarakat bahwa di Wonosari sering terjadi transaksi obat-obatan terlarang.

Berbekal informasi tersebut, anggota Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan di sekitar lokasi tersebut.

“Pukul 16.00 WIB, anggota Satresnarkoba berhasil mengamankan TH beserta barang bukti berupa 7 butir pil warna putih dengan logo “Y” atau pil sapi,” jelasnya.

Setelah diinterogasi, TH mengakui bahwa pil tersebut merupakan hasil patungan dengan rekannya FR yang sebelumnya dibeli dari DW. Dari situlah polisi langsung menangkap DW berserta barang bukti.

“DW langsung dibawa ke Polres Gunungkidul untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” terang Iptu Eni.

Dalam penangkapan tersebut, polisi telah mengamankan barang bukti diantaranya 1 bungkus bekas rokok warna merah, 107 butir pil warna putih dengan logo “Y”, 1 buah handphone dan uang hasil penjualan pil sebanyak 50 ribu rupiah.

Iptu Eni menambahkan, terduga yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki ijin edar ”atau” setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau persyaratan keamanan, khasiat atau keamanan dan mutu sebagaimana dimaksud dalam pasal 197 jo Pasal 106 ayat (1) atau pasal 196 jo Pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) UURI no 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. (red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.