Pusaka serta Misteri Nisan Ki Demang

3063

WONOSARI, Sabtu Pon— Sederet kisah tentang senjata andalan hingga kuburan  mistis, mewarnai sosok Ki Demang Wono Pawiro.

“Menceritakan kehebatan seluruh pusaka  Ki Demang Wono Pawiro tidak akan pupus semalam,” kata Harjono 67 anak turun Ki Wono Pawiro, 13/5/15.

Wono Pawiro alias Bagus Damar oleh Nyi Nitisari diberi  pusaka Keris Kyai Carubuk (Crubuk). Konon pusaka itu berawal dari Majapahit, secara turun temurun ada di Keraton Demak, lanjut ke Pajang terakhir menjadi pusaka andalan Bagus Damar.

“Keris tersebut saat ini masih saya rawat. Kyai Crubuk itulah yang membuat Nyai Gadung Mlati  takluk, ketika babad alas Nongko Doyong” lanjutnya.

Dengan keris pusaka Kanjeng Kyai Crubuk, berulangkali Ki Demang Wono Pawiro unjuk kesaktian. Suatu saat, warga Piyaman rumahnya terbakar hebat. Api membumbung tinggi dan tak terkendali, Ki Demang Wono Pawiro datang membawa Kyai Crubuk.

Begitu keris dikeluarkan dari warangka, semburat hawa dingin keluar. Diacungkan ke sumber kebakaran, api yang semula mengamuk, pelan tapi pasti, menjadi padam.

“Sejumlah pusaka  miliki Demang Wono Pawiro, antara lain Tombak Kyai Muntap yang sering dikirabkan saat Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul.  Keris Kyai Kala Wisani, Cemeti Kyai Pamuk,  satu pusaka lagi tetapi tidak boleh diperlihatkan  kepada siapapun,” tambahnya.

Beralih ke makam, Demang Piyaman Ki Wono Pawiro, masih sering diziarahi banyak orang. Kuburan yang terletak di sebelah utara pemakaman umum Desa Piyaman ini bikin bulu kuduk merinding.

Hingga saat ini, papar Harjono, masih banyak cerita misteri yang menyelimuti makam Ki Demang Wono Pawiro. Banyak penampakan  hingga orang yang keplayu (red-melarikan diri) saat tirakat di kompleks makam Demang Piyaman.

“Kalau sampai keplayu, itu artinya saat tirakat memiliki niat yang tidak baik. Cerita paling akhir tentang keangkeran makam Demang Wono Pawiro dialami rombongan utusan  Kementerian Komunikasi dan Informatika Jakarta belum lama ini,” papar Harjono.

Diceritakan, beberapa waktu lalu datang rombongan dari Kemkominfo  hendak membuat  film dokumenter sejarah Kabupaten Gunungkidul. Sudah minta ijin, namun ada persyaratan wajib yang dilanggar oleh rombongan tersebut. Diingatkan tetapi tidak diindahkan.

“Kamera terpasang di tripod. Aneh, kameramen ketakutan. Pasalnya dalam layar monitor tampak jelas makam atau nisan Ki Demang Wono Pawiro terangkat tinggi  dan di sekitarnya banyak makhluk misterius yang kadang nampak kadang tidak,” urainya.

Lantara ada peristiwa seperti itu, pimpinan rombongan baru percaya kalau ada hal-hal mistis di tempat tersebut. Untuk pengambilan gambar pun,  harus diambil berulang kali karena setiap di shoot gambarnya tidak jadi. Padahal secara kasat mata semua terlihat biasa saja.

“Percaya silahkan, tidak percaya juga monggo. Kemarin juga ada reporter salah satu TV yang memaksa hendak mengambil gambar Kyai Crubuk. Boleh, syaratnya saya ajak ke makam dahulu untuk ziarah. Dia tidak mau, bahkan terkesan memaksa harus ambil gambar Kyai Crubuk dahulu. Hasilnya sama saja, tidak jadi dan akhirnya batal mendapatkan karya yang diinginkan,” lanjutnya.

Sebagai keturunan Demang Wono Pawiro, Harjono  mengakui kerab mengalami peristiwa mistis yang ganjil. Pusaka-pusaka milik Ki Demang Wono Pawiro kadang hilang dari lemari penyimpanan. Tetapi beberapa waktu kemudian balik lagi.

“Paling unik, makam Ki Demang Wono Pawiro hendak kita naikkan ketinggiannya dari permukaan tanah. Harinya waktu itu Jumat Legi, tak kurang dari 12 orang secara bersama sama mengangkat, tetapi batu nisan tidak bergeser.” katanya.

Hingga pukul 11.00 WIB tak kunjung terangkat, akhirnya semua menyerah dan baru  dilanjutkan setelah Salat Jumat.

“Begitu selesai Jumatan, saya hanya berlima, semuanya keturunan Demang Wono Pawiro. Nisanpun  terangkat,” tandasnya.

Sisi unik yang lain, meskipun  berada  di bawah rerimbunan pohon jati, makam Ki Demang Wono Pawiro senantiasa bersih dari dedaunan. Berbeda dengan makam-makam di kanan kirinya yang banyak daun kering bahkan ditumbuhi rumput dan tumbuhan perdu. Red




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.