Sapi Mati Mendadak Terus Terjadi, Seiring Isu Antraks Yang Terus Merebak

1668

PATUK – Senin Kliwon | Belum surut kabar terkait isu antraks di Kabupaten Gunungkidul, kasus sapi mati mendadak terus bertambah dari hari ke hari.

Hari ini, Senin (20/01/2020) sapi milik Suhar/Tugiyem warga Padukuhan Salaran, Desa Ngoro-oro, Kecamatan Patuk, mati mendadak tanpa ada tanda-tanda sakit sebelumnya.

 

 

“Sebelumnya sapi sehat-sehat saja, makan minum biasa,” katanya.

Tidak mau ambil resiko, pemilik ternak segera memanggil dokter dan melaporkan kejadian tersebut ke Puskeswan.

Untuk mengetahui penyebab kematian sapi tersebut, sejumlah petugas Dinas Peternakan Kabupaten Gunungkidul dan UPT 2 Puskeswan Patuk datang memeriksa dan mengambil sample darah untuk dibawa ke laborat.

Atas kejadian tersebut, Kasi Bimas Kecamatan Patuk Bajuri menghimbau, masyarakat sebaiknya tetap tenang dan sabar menunggu hasil uji lab terkait temuan sapi mati mendadak tersebut.

“Jangan buru-buru menyatakan sapi mati tersebut terjangkit antraks,” pesannya.

Bajuri menambahkan, jika ada hewan peliharaan seperti kambing atau sapi mati mendadak, segera melapor kepada petugas.

“Kubur dan jangan dikonsumsi apalagi membagikan ke warga masyarakat sekitar,” tegasnya. (Gandung)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.