Unik dan Praktis, Bonsai Mulai Mengeliat

171

TEPUS-SABTU WAGE | Tanaman jenis bonsai kini mulai diminati para pecinta tanaman hias di Kabupaten Gunungkidul. Tak sedikit dari mereka kini mulai membudidaya sebagai hiasan rumah.

Tanaman bonsai mulai diminati lantaran bentuknya yang unik dan praktis karena bisa dipindah-pindah dari luar hingga ke dalam rumah.

Jenisnyapun beragam karena banyak jenis tanaman yang dapat dibuat menjadi bonsai.

 

 

Salah satu pehobi tanaman jenis bonsai Aris Kurniawan warga Padukuhan Bintaos, Kelurahan Sidoarjo, Kepanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul contohnya. Ia telah berhasil mengembangkan budidaya bonsai untuk hiasan rumahnya sendiri.

Aris menjelaskan, waktu yang dibutuhkan untuk membentuk bonsai sekitar dua sampai tiga tahun lamanya, tergantung jenis tanaman.

“Apabila sudah jadi bonsai, harga jual tanaman kerdil ini bisa mencapai puluhan juta rupiah,” katanya Kamis (25/06/2020).

 

 

Aris mengaku, meski tanaman bonsai yang ia budidaya kini telah banyak diminati, namun ia memilih untuk tidak menjualnya. Menurutnya, tanaman bonsai miliknya hanya sebagai tanaman hiasan saja di halaman rumahnya sendiri.

Lebih lanjut Aris mengatakan, terdapat banyak jenis bonsai yang ia budidaya dirumahnya. Mulai dari bonsai Kelapa, Beringin Arjuna (Lokal), Bonsai Beringin Kimeng, Serut, Asam Jawa, Bonsai Bintaos dan masih banyak lagi jenisnya.

Menurutnya, dari sekian bonsai yang agak susah perawatannya yakni bonsai kelapa, karena harus membersihkan dahan dan memotongi lapisannya.

 

 

“Namanya bonsai ya memang tanaman kerdil, jadi kita jaga agar tetap tumbuhnya kecil,” jelasnya.

Mengenai perawatan bonsai, secara umum yakni teknis penyiraman, pemupukan, dan pemotongan. Kadar pupuknya tidak boleh terlalu banyak atau sebaliknya terlalu sedikit, karena hal ini dapat mempengaruhi kesuburan bonsai.

Selain itu, bonsai juga perlu diberikan kawat agar dapat tumbuh sesuai dengan bentuk yang diinginkan.

“Untuk menjaga bonsai agar tidak bertumbuh besar, kita lakukan pemotongan, minimal sebulan sekali dan maksimal tiga bulan sekali, tergantung kecepatan pertumbuhan bonsai,” jelasnya. (Hary)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.