Versi Tokoh Politik: Pengembangan Pariwisata Gunungkidul 2021 Tersendat

1137

WONOSARI-RABU PON | Ketua DPD Golkar Gunungkidul Heri Nugroho, S.Sn. menyoroti bahwa kebijakan pengembangan pariwisata Gunungkidul tahun 2021 tidak berjalan mulus karena berbagai alasan. Dia membandingkan sejumlah fakta berupa dokumen dengan realita.

Tema Pembangunan Daerah tahun 2021 dititikberatkan pada mantapnya industri pariwisata yang didukung oleh sumber daya manusia berkualitas berbudaya dan berintegritas.

Bupati Gunungkidul dalam dokumen kebijakan umum tahun 2021 halaman 14 alinea 3 poin 7 menyatakan daya saing pariwisata Gunungkidul dipastikan meningkat.

Tolok ukur meningkatnya daya saing itu ditandai naiknya kunjungan wisatawan manca maupun domestik. Termasuk ditandai lama tinggal wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara.

“Tahun 2018 angka kunjungan 3.055.284 tahun 2021 ditarget mencapai,3.780.388 wisatawan,” tulis Badingah dalam Buku Kebijakan Bupati di tahun 2021.

Catatan lama tinggal tahun 2018 sebesar 1,48 hari ditargetkan lama tinggal pada tahun 2021 menjadi sebesar 1,63 hari.

Untuk menuju ke arah meningkatnya pengunjung destinasi wisata kebijakan diarahkan kepada empat hal meliputi:

Pertama pembangunan Taman Patuk, Revitalisasi dan Operasionalisasi Tourism Information Center (TIC) Patuk.

Kedua, Inisisasi Ivent Internasional yang masuk Calender of event Nasional.

Ketiga, meningkatkan SDM Pariwisata.

Keempat, fasilitasi promosi dan pemasaran penginapan melalui media online.

Merespon rancangan di atas politisi sekaligus Wakil Ketua DPRD Gunungkidul Heri Nugroho menyatakan, bahwa tema tersebut dimunculkan oleh bupati yang sudah tidak menjabat lagi. Itu menjadi persoalan mendasar.

“Saya berpikir, logikanya tema itu dijalankan oleh yang Bupati lama, tetapi realitanya berbeda. Dipastikan tema itu tersendat karena refocusing anggaran diarahkan untuk belanja tidak terduga (BTT) covid,” ujar Heri Nugroho di Gedung Dewan 11-5-2021.

Tahun 2021 pandemi belum surut. Sekuat apapun promosi pariwisata tidak berpengaruh karena sedang dalam aturan tidak boleh masuk ke wilayah lain.

Sejak tahun 2020 semua event terganggu covid. Gelar budaya hanya dilakukan secara daring.

Heri Nugroho melihat, bahwa memang ada pelatihan bagi pokdarwis, pendampingan UKM, tetapi pengaruhnya terhadap pengembangan pariwisata tidak cukup berarti. (Bambang Widayadi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.