PERISTIWA

Ancam Demo Besar, Sopir Truk Gunungkidul: Batalkan ODOL, Permudah KIR, Hapus Denda PKB, Revisi SHBJ

GUNUNGKIDUL-SENIN LEGI |Ratusan sopir truk di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang tergabung dalam Solidaritas Sopir Angkutan Barang Gunungkidul mengancam akan melakukan aksi demo menuntut pembatalan aturan baru tentang angkutan barang melebihi muatan (ODOL) singkatan dari over dimention, over load.

Selain menuntut pembatalan ODOL, aksi demo yang akan digelar, Rabu (25/06) tersebut juga mengeluhkan sulitnya uji KIR khususnya di Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gunungkidul.

Hal tersebut dibenarkan koordinator aksi demo Sulistyo, pihaknya mengkonfirmasi bahwa setidaknya 300 armada truk akan turun guna memperjuangkan nasib para sopir.

Secara detail, Sulis menyampaikan, tujuan aksi yang pertama dan utama adalah melakukan protes atas pemberlakuan ODOL.

“Kedua menuntut prosedur uji KIR untuk lebih dipermudah, karena salama ini uji KIR di Gunungkidul masih terlalu sulit. Kemudian juga menuntut penghapusan denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan revisi Standar Harga Barang dan Jasa (SHBJ) Gunungkidul,” ungkapnya, Senin (23/06).

Dari titik kumpul, dijelaskan Sulis, pendemo akan berjalan menuju Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunungkidul.

“Kami mendesak DPRD Gunungkidul segera mengeluarkan kebijakan penghapusan praktik pungli dan percaloan uji KIR, penyederhanaan alur pengujian serta melakukan pengawasan transparansi terhadap Dishub Kabupaten Gunungkidul,” pungkasnya.

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan salam satu aspal, serta meminta truk yang tidak tergabung melakukan aksi, untuk tidak melewati jalan di Gunungkidul selama aksi berlangsung.

Penulis: Akbar Nhs
Editor: HRD

infogunungkidul

View Comments

  • Tindak tegas pak Kapolri!! Negara harus tegas akan hukum dan undang2 yg diberlakukan. ODOL sangat berbahaya dan merusak kontur jalan yg biaya perbaikannya akan ditanggung negara / rakyat. Para sopir hanya memikirkan kepentingan pribadinya dgn alasan kebutuhan hidup. Pdhl banyak dr mrk yg main judol, sabu2 dan prostitusi. Memaksakan kehendak dan pemikiran pribadi yg belum pasti benar dgn cara cara demo. Satu kata dr saya : BUBARKAN DEMO DAN TINDAK TEGAS PELAKUNYA ODOL!!!

Recent Posts

Polda DIY Larang Seluruh Personel Gunakan Vape

YOGYAKARTA – SELASA WAGE, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta melarang seluruh personelnya menggunakan rokok Elektrik atau…

2 jam ago

Truk Hino Terguling di Tikungan Bokong Semar, Sopir Luka Memar

BANTUL - SENIN PON, KECELAKAAN tunggal yang melibatkan sebuah truk Hino bernomor polisi H-8168-OH terjadi…

24 jam ago

Kapolresta Sleman Bantah Bagi-bagi Uang Rp50 Ribu dalam Bazar di Maguwoharjo

SLEMAN - SABTU LEGI, KAPOLRESTA Sleman, Polda DIY AKBP Dhimas Prasetyo membantah adanya informasi yang…

3 hari ago

Ribuan Mahasiswa UGM Wisuda Pascasarjana Tahun Akademik 2026/2027

YOGYAKARTA - SABTU LEGI, UNIVERSITAS Gadjah Mada (UGM) menggelar wisuda Program Pascasarjana Periode I Tahun…

3 hari ago

Kapolda DIY Imbau Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi

YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, Kepolisian Daerah (Polda) DI. Yogyakarta menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, tidak…

4 hari ago

Ratusan Mahasiswa UNY Ikuti Wisuda Periode Oktober 2026

YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, SEBANYAK 876 mahasiswa Negeri Yogyakarta (UNY) mengikuti wisuda lulusan program Doktor,…

4 hari ago