PERISTIWA

Antara Butuh, Terlilit Hutang Hingga Bunuh Diri

SAPTOSARI-MINGGU KLIWON | Jasa pinjaman uang melalui perorangan atau renternir ibarat buah simalakama. Kehadirannya terkadang dibutuhkan masyarakat. Disisi lain, akibat bunga pinjaman tinggi tak jarang menjadi petaka.

Seperti halnya, peristiwa kelam yang baru-baru ini terjadi di Padukuhan Bendo, Kalurahan Krambilsawit, Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul.

Diduga tidak mampu lunasi hutang kepada renternir, K warga setempat memilih jalan pintas dengan cara mengakhiri hidup dengan cara gantung diri, Kamis, (11/11/2020) lalu.

Proses mudah dalam mengajukan pinjaman menjadi perangkap empuk renternir untuk mengaet mangsa. Terlebih, wilayah pedesaan dengan mayoritas penduduk tani serta tingkat pendidikan rendah, hal tersebut tak ubahnya lahan basah para renternir.

Endi Suryanto, Dukuh Padukuhan Bendo, Kalurahan Karambilsawit mengungkapkan, dirinya merasa prihatin atas kejadian yang dialami warganya.

Saat ini, bersama Ketua RT/RW, Tokoh Masyarakat dan Karang Taruna Padukuhan sedang berupaya untuk melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Khususnya di Bendo Krambilsawit dan umumnya di Kabupaten Gunungkidul.

“Himpitan ekonomi jelas menjadi faktor utama, namun demikian sampai saat ini dari pihak keluarga belum ada yang lapor resmi kepada, RT/ RW atau Dukuh perihal renternir itu. Namun fakta yang berkembang di masyarakat, memang kita akui disini banyak praktik pinjam meminjam kepada renternir,” jelas Endi Sabtu, (14/11/2020).

Lebih lanjut Dukuh Bendo berharap, adanya peristiwa ini menjadi perhatian semua pihak. Dia juga menghimbau kepada warganya, seberat apapun kondisi ekonomi agar menghindari pinjam meminjam kepada renternir.

Sementara itu, Hariyanto perwakilan Karang Taruna Padukuhan Bendo menyampaikan, pada malam sebelum korban ditemukan tewas dengan cara tragis, rumah K didatangi oleh tamu yang diduga renternir. Saat itu, karena K telah menghilang dan belum ditemukan maka hanya bertemu suami korban.

“Harapan kami semoga ini kejadian pertama dan terakhir. Terkait renternir, bila bisa jangan diberi keleluasaan masuk di Krambilsawit,” ungkap Hariyanto.

Terpisah, Lurah Krambilsawit, Sabiyo saat ditemui infogunungkidul menyampaikan, bahwa pihaknya tidak kurang-kurangnya dalam mengedukasi masyarakat untuk menjahui praktik pinjam meminjam pada renternir.

Diakui oleh Sabiyo, wilayahnya dengan geografis jauh dari perkotaan serta minimnya pengetahuan dan SDM masyarakat, praktik pinjam meminjam kepada renternir sulit dibendung.

“Ada yang bayarnya tiap hari pasaran, ada yang harian, mingguan, dan lain-lain. Sebenarnya telah kita sampaikan juga ke masyarakat, apabila terpaksa hutang agar ke lembaga resmi, disini kan ada UPK, ada BRI tetapi karena masyarakat petani biasanya cari yang mudah,” jelas Sabiyo.

Sabiyo menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengumpulkan para dukuh dan pamong serta pihak terkait guna membahas persoalan ini, sehingga kedepan tidak akan ada peristiwa serupa terulang kembali. (Agus SW)

 

infogunungkidul

Recent Posts

Ribuan SPPG Dilarang Beroperasi Sementara Waktu

GUNUNGKIDUL - KAMIS KLIWON Setidaknya 1.780 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilarang beroperasi untuk sementara…

7 jam ago

Polisi Terbitkan DPO Pelaku Pengeroyokan Pelajar 16 Tahun

YOGYAKARTA - RABU PON | POLRES Bantul resmi menerbitkan Daftar Pencarian Orang atau (DPO) terhadap…

19 jam ago

Diduga Rem Blong, Sepasang Lansia Terjun ke Selokan Sedalam 3 Meter

GUNUNGKIDUL – SENIN PAHING, Diduga kehilangan kendali, sepasang suami istri lanjut usia alami kecelakaan tunggal…

3 hari ago

Beat Vs Smash, Dua Pengendara Dilarikan Ke Rumah Sakit

NGLIPAR - SENIN PAHING, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

3 hari ago

Indikasi Praktik Manipulasi TPR Baron, DPRD Minta Audit Menyeluruh

GUNUNGKIDUL-SENIN KLIWON, Persoalan tata kelola pendapatan sektor pariwisata khususnya wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, masih…

1 minggu ago

Lupa Matikan Kompor, dua Rumah Ludes Terbakar Berikut Perhiasan dan Uang Tunai

TANJUNGSARI - SENIN KLIWON, Rumah milik Karim (71) warga Padukuhan Panggang 02/10, Kalurahan Kemiri, Kapanewon…

1 minggu ago