CATATAN TENTANG KELANGKAAN AIR DI GUNUNGKIDUL

SEJAK 1958 – 1963 saya tinggal di Semanu,  terbiasa dengan keterbatasan dalam memanfaatkan air bersih. Untuk mandi saja satu ember buat bertiga. Kalau mau mandi dengan cukup air harus jalan kaki sejauh 1,5 km menuju belik (sumber air) di kali Jirak. Alhamdulillah, sejak kepindahan ke kota Wonosari (1964) baru mendapatkan air yang mencukupi untuk kebutuhan … Lanjutkan membaca CATATAN TENTANG KELANGKAAN AIR DI GUNUNGKIDUL