CATATAN TENTANG KELANGKAAN AIR DI GUNUNGKIDUL

374

SEJAK 1958 – 1963 saya tinggal di Semanu,  terbiasa dengan keterbatasan dalam memanfaatkan air bersih. Untuk mandi saja satu ember buat bertiga. Kalau mau mandi dengan cukup air harus jalan kaki sejauh 1,5 km menuju belik (sumber air) di kali Jirak.

Alhamdulillah, sejak kepindahan ke kota Wonosari (1964) baru mendapatkan air yang mencukupi untuk kebutuhan keluarga, menggunakan sumur gali, ditimba menggunakan tambang (dadung).

Proyek Irigasi Senilai 2 Miliar Lebih Dipersoalkan Warga

Kelangkaan air yang cukup lama, sedikit demi sedikit mulai dapat teratasi dengan dibangunnya PDAM serta upaya pengeboran yang dilakukan oleh pemda  maupun swadaya masyarakat.

Kita semua tentu berharap suatu saat 18 wilayah kecamatan atau 144 desa di  kabupaten Gunungkidul tidak terjadi lagi kelangkaan air. Warga dapat menikmati air layak konsumsi dan cukup.

Inilah yang mesti diperjuangkan terus menerus meski tidak mudah, mengingat kondisi geografis (perbukitan) dan sebaran penduduk  tidak merata.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.