Dampak Kemarau Mulai Dirasakan Sebagian Warga Gunungkidul, ORI Droping Air Bersih

64

SAPTOSARI – MINGGU PAHING, Dampak kekeringan akibat kemarau panjang mulai dirasakan oleh sebagian warga di Kabupaten Gunungkidul. Sebagai salah satu upaya penanggulangan, Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) melakukan droping air bersih puluhan tangki di tiga kapanewon yakni Panggang, Saptosari, dan Tepus, Sabtu (18/07/2026) siang.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ORI, Ferri Nuzarli menjelaskan, Kabupaten Gunungkidul merupakan salah satu wilayah rentan terhadap kekeringan saat memasuki musim kemarau.

ORI yang juga merupakan sayap politik Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) memberikan bantuan air bersih guna membantu masyarakat dalam hal memenui kebutuhan dasar.

“Krisis air dapat memunculkan berbagai persoalan baru, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga lingkungan hidup,” jelas Ferri Nuzarli.

kegiatan ini, demikian kata Ferri, menjadi bagian penting dari agenda sosial organisasi. Pasca mundur dari gerbong Partai Buruh, ORI semakin menajamkan arah dan tujuan organisasi untuk berjuang bersama rakyat.

Tercacat hingga saat ini setidaknya 50% lebih wilayah Indonesia telah terbentuk kepengurusan ORI dari tingkat propinsi, kabupaten hingga kecamatan/kapanewon.

Di tempat yang sama, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ORI DIY, Irsad Ade Irawan menyampaikan, droping air bersih menyasar di tiga kapanewon wilayah Kabupaten Gunungkidul antara lain, Panggang 25 tangki, Tepus 10 tangki dan Kapanewon Saptosari sebanyak 15 tangki.

“Kami akan mendistribusikan 50 tangki air bersih di tiga kecamatan dengan jumlah penerima manfaat kegiatan baksos ratusan warga mayoritas buruh, tani, dan nelayan” jelas Irsad Ade.

Kegiatan ini, Irsad berujar, merupakan salah satu upaya memenuhi hak masyarakat atas air bersih yang menjadi bagian dari Hak Asasi Manusia (HAM), meskipun kebutuhan dasar air telah dijamin, fakta di lapangan masih banyak ditemukan warga sulit untuk mendapatkan air bersih terlebih pada saat musim kemarau tiba.

Sementara itu, Ketua DPC ORI Kabupaten Gunungkidul, Lekso Jumeno menyampaikan, ORI saat ini baru bisa menyasar di tiga kapanewon. Meski begitu, demikian Lekso berharap, kegiatan kali ini dapat memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

“Wilayah pinggiran terkadang sering diabaikan, ini menjadi perhatian, untuk itu kami hadir langsung dan berjuang bersama mereka yang mayoritas para buruh, petani, dan nelayan. Ke depan semoga kita bisa memberikan manfaat yang lebih besar untuk semuanya,” pungkas Lekso.

Menurut rencana kegiatan droping air bersih tersebut akan dilaksanakan selama dua hari. Selain didistribusikan melalui tampungan balai padukuhan, droping air juga akan menyasar ke tempat-tempat ibadah.

Penulis: Agus SW
Editor: HRD

Ikuti infogunungkidul di Facebook, Instagram, dan WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029V




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.