Wakil Bupati Joko Parwoto Dipercaya Nahkodai TMI Gunungkidul

125

GUNUNGKIDUL – SABTU PAHING, Melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 464/SK-DPN/TANIMERDEKA/VI/2026 tertanggal 22 Juni 2026, Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto, S.E., M.M., resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Gunungkidul, untuk masa bakti lima tahun (2026 – 2031).

Bertempat di Wisata Wunung Giri Selo Kandho, Wonosari, Gunungkidul, SK pengukuhan ketua dan pengurus DPD TMI Kabupaten Gunungkidul diserahkan langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) TMI, Don Muzakir, Sabtu (4/7/2026).

Usai dikukuhkan, Joko Parwoto mengatakan, bahwa amanah yang diberikan bukan suatu kehormatan pribadi, melainkan tanggung jawab besar untuk memperjuangkan kesejahteraan petani dan kemajuan pertanian. Ia juga menyatakan dukungan terhadap cita-cita Presiden Prabowo Subianto terkait kedaulatan pangan.

Di bawah kepemimpinannya, TMI Gunungkidul siap menjadi mitra strategis pemerintah, dengan lima gerakan utama antara lain, peningkatan produksi pangan melalui benih unggul, mekanisasi dan irigasi, petani naik kelas dengan kemampuan manajemen usaha, digital dan permodalan.

Ke -3, hilirisasi pertanian untuk menambah nilai jual hasil panen, regenerasi petani mengajak generasi muda ke pertanian modern, dan terakhir kolaborasi erat dengan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan seluruh elemen.

“Kami hadir saat petani butuh benih, pupuk, modal, pasar, maupun pendampingan. Keberhasilan kami diukur dari seberapa banyak petani yang sejahtera,” ungkap Joko.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional, Don Muzakir menjelaskan, nama “Tani Merdeka” diberikan langsung oleh Presiden Prabowo, untuk melanjutkan cita-cita dan semangat Bung Karno untuk memajukan kaum marhaen—rakyat kecil di desa yang menjadi tulang punggung bangsa.

Berdiri sejak tiga tahun lalu, TMI bertekad menjawab keresahan petani soal harga yang tidak berpihak serta kesulitan pupuk.

Hingga saat ini, beberapa capaian organisasi antara lain, mendorong intensifikasi tanam, menyalurkan alsintan ke pelosok, menindak 2.500 kios pupuk nakal, dan mulai bergerak mewujudkan swasembada gula.

“Kami mengawal agar setiap program pemerintah sampai tepat ke tangan petani,” pungkasnya.

Penulis: BW
Editor: HRD

Ikuti infogunungkidul di Facebook, Instagram, dan WA Channel: https://whatsapp.com/channel/00




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.