MASUKAN UNTUK JJLS HANYA SEPERTI KENTUT

2092

PROYEK JJLS membuka ruang partisipasi publik, itu hanya basa-basi, supaya kelihatan demokratis. Suara rakyat tidak lebih dari “kentut” warga pengonsumsi jagung. Baunya akan ditolak oleh semua hidung.

Ihwal JJLS, semua senang, kecuali rakyat yang terdampak dan mau mikir panjang terkait proyek yang didanai  dengan hutang dari Islamic Development Bank (IDB) itu.

PILKADA SERENTAK SEPTEMBER 2020, JAGAT POLITIK GUNUNGKIDUL MENGGELIAT

Pertanyaannya siapa yang akan menikmati sarana infrastruktur jalan ini? Seberapa besar masyarakat Gunungkidul menerima manfaat? Sudahkah rakyat terdampak mendapat kompensasi dengan baik atas tergusurnya “rencana mereka” bukan sekedar ganti rugi atas tanah, bangunan dan tanaman diatasnya?

Untuk sekedar menyesuaikan diri  dengan jalan dengan tahu desainnya saja, agar paling tidak mendapat remah-remah dari “lalulintas ekonomi” yang nantinya akan lewat “katanya“, sulitnya bukan main.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.