INFOGUNUNGKIDUL, KAMIS PON
WONOSARI-Ketua Dewan Kebudayaan Gunungkidul, CB Supriyanto menjabarkan pesan Gubernur DIY Sri Sultan HB X, bahwa bentuk kebudayan memiliki indikator lima perkara. Lima bentuk tersebut harus diselamatkan.
“Pertama, adat dan tradisi. Desa atau padukuhan yang masih melakukan upacara kenduri, tingkeb misalnya, di situlah kebudayaan itu tumbuh subur,” papar CB Suprianto, (7/2).
Kedua, demikian lanjut CB Suprianto, berbagai jenis kesenian yang hidup di pelosok pedusunan masuk dalam kategori kebudayaan.
Yang langka dan berat, menurut CB, adalah yang ketiga, yaitu bahasa, sastra dan aksara, terutama bahasa Jawa. Pemerintah DIY, saat ini sedang gencar mendorong penggunaan aksara Jawa “Ha Na Ca Ra Ka“, di dalam kehidupan sehari-hari.
Kerajinan, kuliner, jamu tradisional masuk dalam kategori budaya yang ke empat. Sementara yang terakhir, kata CB adalah warisan budaya. Salah satu contoh tosan aji (keris: red).
“Lima jenis kebudayaan yang hidup di DIY, melalui Perdais Gubernur Sri Sultn HB X berpesan, harus dilindungi, dikembangkan, digunakan dan dilestarikan,” tandas Ketua Dewan Kebudayaan Gunungkidul. (Bambang Wahyu Widayadi)
GUNUNGKIDUL – SENIN PAHING, Diduga kehilangan kendali, sepasang suami istri lanjut usia alami kecelakaan tunggal…
NGLIPAR - SENIN PAHING, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
GUNUNGKIDUL-SENIN KLIWON, Persoalan tata kelola pendapatan sektor pariwisata khususnya wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, masih…
TANJUNGSARI - SENIN KLIWON, Rumah milik Karim (71) warga Padukuhan Panggang 02/10, Kalurahan Kemiri, Kapanewon…
YOGYAKARTA-SENIN KLIWON, Lintas generasi alumni Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta menggelar acara halalbihalal nasional di Swiss-Belresidences…
YOGYAKARTA - MINGGU WAGE, warga Dusun Tiyasan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, provinsi DIY…
View Comments