POLITIK

Dana Bantuan Parpol Sebagian Besar Tersedot Untuk Pendidikan Politik

WONOSARI, Minggu Legi -Beredar isu bahwa dana bantuan keuangan Parpol, masyarakat tidak merasa menerima manfaat, dibantah oleh pengurus Parpol. Dana yang bersumber dari pemerintah tersebut selain digunakan untuk pendidikan politik terhadap kader Parpol, sebagian juga digunakan untuk pendidikan politik masyarakat.

Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Partai Amanat Nasional (PAN) Anwarudin belum lama ini dikantornya.

Dikatakanya bahwa terkait dengan penggunaan dana bantuan keuangan Parpol, partainya tetap mengikuti Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri), Republik Indonesia No. 6 tahun 2017, yang sebelumnya mengacu pada Permendagri No. 77 tahun 2014.

Dalam Permendagri No. 6/2017, menyebutkan bahwa dana bantuan keuangan Parpol selain digunakan untuk operasional Parpol juga digunakan untuk pendidikan politik.

“Dalam aturan minimal 60% digunakan untuk pendidikan politik, tetapi di PAN kita anggarkan 75% dari total bantuan keuangan,” ujar Anwarudin.

Menurutnya, bantuan keuangan untuk PAN pereode sekarang berjumlah Rp. 155 juta, 75% nya digunakan untuk pendidikan poitik. Seperti seminar, lokakarya, dialog interaktif, sarasehan, workshop, dan kegiatan Parpol lainya.

Dibeberkannya, sampai saat ini sudah melakukan temu kader beserta masyarakat di 300 padukuhan di seluruh Gunungkidul.

“Dalam pertemuan tersebut kita memberikan penanaman nilai-nilai politik kepada masyarakat, supaya ada kesadaran, dan mau berpartisipasi dalam kegiatan politik,” jelasnya.

Selain itu pernah melakukan diskusi publik yang diadakan di Gedung DPRD Kabupaten Gunungkidul.

“Yang diundang kepala desa se Kabupaten Gunungkidul, Lembaga Sosial Masyarakat (LSM), dan beberapa kalangan masyarakat,” pungkasnya.

Senada dengan PAN, Ditempat berbeda Bambang Adi Waluyo, bendahara Partai Gerindra, juga membantah.

Partai Gerindra, menurut Bambang, mendapatkan bantuan keuangan sejumlah Rp 124.380.000,- digunakan untuk pendidikan politik 95%.

“Itu saja kita gunakan untuk beberapa kali pertemuan sudah habis, kadang malah nombok,” ucap Bambang.

Tidak jauh berbeda dengan apa yang diungkapkan Panikem, bendahara Partai Nasdem. Partainya mendapat bantuan Rp 80.661.000,- terpakai untuk 20X pertemuan dalam kerangka pendidikan politik kader, dan masyarakat mencapai 70% dari total dana bantuan yang diperoleh partainya.

“Yang jelas untuk 20X pertemuan masyarakat melebihi dari 70% dari bantuan keuangan,” tutupnya.

Reporter: W. Joko Narendro_ig

infogunungkidul

Recent Posts

Mencuri Motor, Warga Gunungkidul Ditangkap Polisi

BANTUL - RABU PON, SEORANG pria berinisial AS (34) warga Panggang, Gunungkidul, ditangkap polisi usai…

15 jam ago

Lemot Buka Rekam Medis, RSUD Wonosari Disomasi

GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…

1 hari ago

Keluarga Besar Partai Golkar Berduka, Tokoh Politik Senior Berpulang

GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…

2 hari ago

Smart Batik Indonesia Kembangkan Ekosistem Batik Sawit di Yogyakarta

YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…

4 hari ago

Dugaan Malpraktik RSUD Wonosari akan Dibawa ke-Majelis Disiplin Profesi

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…

5 hari ago

Veda Ega Pratama Pembalap Indonesia Asal Gunungkidul Mengukir Sejarah Besar

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…

5 hari ago