PERISTIWA

Dialog di Ruang Handayani Panas, Pokdarwis Ancam Demo

WONOSARI-RABU PAHING | Ari Siswanto Wakil Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul memonitor dialog antara pelaku pariwisata dengan Bupati Sunaryanta 4 Agustus 2021. Delapan pelaku wisata meminta pelonggaran PPKM, tetapi Bupati konsentrasi mengejar vaksinasi. Pertemuan di ruang Handayani agak panas karena ada gertakan demo.

Wawan dari Forkom Pokdarwis, menyatakan jika tak ada solusi atas kolapsnya pariwisata forkom mungkin akan mengadakan demo.

“Forkom pokdarwis 72 kelompok dengan anggota hampir 1000,” ujar Wawan.

Forkom Pokdarwis tidak berniat menentang aturan Pemerintah, lanjut Wawan, tetapi mohon ada pelonggaran. PPKM tidak masalah, tetapi perlu ada jalan keluar.

Crintian dari Perhimpunan Hotel dan Rumah Makan menyambung bahwa percepatan vaksinasi perlu melibatkan pelaku pariwisata. Menurutnya vaksinasi pada destinasi bisa sekaligus promosi wisata.

Sementara itu Supriyanto dari Himpunan Pemanduwisata Indonesia mengusulkan ada program padat karya di sektor pariwisata, termasuk virtual tour yang difasilitasi Pemda.

Tidak ketinggalan Asosiasi Desa Wisata yang diwakili Agung usul bahwa Pemda membuat aturan yang jelas untuk pelaku wisata, usai PPKM. Pemda diminta melakukan legalitas terhadap desa wisata, dengan memperhatikan RT/RW.

“Dan agar desa wisata produktif, Pemda harus membantu promosi,” pinta Agung.

Dialog makin seru ketika Pengusaha Penyediaan Jasa boga Indonesia ( PPJI ) yang diwakili Elsy dan Kiswanto usul adanya pengurangan pajak.

Berikutnya Biro Perjalanan Wisata Fery Bastian usul bahwa setelah PPKM dunia pariwisata bisa dijalankan kembali dengan protokol ketat.

Jsyadi dari Pisowan ( Pengusaha penyewaan tenda dan peralatan pesta) ikut urun rembuk.

“Setelah PPKM Perlu adanya aturan yang jelas, sehingga interpretasinya sama.

Terakhir, Rio usul atas nama Heha Sky View. Dia bilang, dalam aturan, rumah makan boleh buka sampai jam tertentu, kami menafsirkan mestinya rumah makan di lingkungan pariwisata di ruang terbuka juga boleh buka.

Menjawab semua usulan, Bupati Sunaryanta menyatakan, saat ini prioritas pada memperhatikan kesehatan dari pada ekonomi.

“Pemda Gumungkidul mengejar target vaksinasi 70%,” tegasnya.

Bupati meminta asosiasi terlibat dalam program vaksinasi. Kemungkinan PPKM diperpanjang hingga 17 Agustus. (Red)

infogunungkidul

Recent Posts

Smart Batik Indonesia Kembangkan Ekosistem Batik Sawit di Yogyakarta

YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…

17 jam ago

Dugaan Malpraktik RSUD Wonosari akan Dibawa ke-Majelis Disiplin Profesi

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…

2 hari ago

Veda Ega Pratama Pembalap Indonesia Asal Gunungkidul Mengukir Sejarah Besar

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…

2 hari ago

Kekeringan di Gunungkidul, UPZ UP45 Salurkan Puluhan Ribu Liter Air Bersih di Ngawen

GUNUNGKIDUL— KAMIS PAHING, Di tengah persoalan kekeringan yang terus terjadi pada setiap tahun, kebutuhan air…

3 hari ago

Puluhan Gambar Muncul, Berikut Hasil Lengkap Bukaan Cupu Kyai Panjala

GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON. Upacara adat tradisi pembukaan Cupu Kyai Panjala dilaksankan pada hari ini,…

6 hari ago

Hari Jadi ke-196, Bupati – Wakil Bupati Gunungkidul Kian Memanas

GUNUNGKIDUL - MINGGU PON, Beberapa agenda kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196 terlaksana dengan…

1 minggu ago