TANJUNGSARI-KLIWON | Fenomena alam berupa kabut tebal yang terjadi di wilayah Perairan Pantai Selatan Gunungkidul dalam beberapa hari terahir mengakibatkan sejumlah nelayan kesulitan kembali pulang.
Loso, salah satu Nelayan Pantai Baron, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari Kabupaten Gunungkidul, mengatakan bahwa kabut menyelimuti wilayah Pantai Selatan sejak beberapa waktu lalu.
Selain mengganggu aktivitas, fenomena alam tersebut juga membahayakan bagi para nelayan yang sedang berada di tengah samudera.
“Jarak pandang kami hanya sekitar 3 meter,” ujarnya.
Selain itu, Loso berujar, nelayan juga kesulitan untuk menentukan arah pulang. Bahkan mereka lebih memilih tetap di tengah laut menunggu hingga kabut menghilang.
Sementara, menurut informasi salah satu warga Ngepung mengatakan, bahwa saat ini para pencari ikan tersebut hanya mengandalkan GPS untuk dapat membawa mereka kembali ke daratan.
Namun demikian mereka mengkhawatirkan keberadaan kapal-kapal besar yang dimungkinkan muncul secara tiba-tiba.
“Kondisi gelap, kami khawatir ada kapal besar yang tiba-tiba muncul,” ungkap Loso.
Meski fenomena serupa, menurut loso, bukanlah hal baru, namun kemunculan kabut juga tidak bisa diprediksi.
“Tiap kemarau selalu ada kabut tebal, kadang siang tapi lebih sering malam hari,” pungkasnya.
A Yuliantoro
YOGYAKARTA - JUMAT LEGI, PROFESOR Sony Warsono, MAFIS, Ph.D.,CA, Ak resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar…
YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus…
GUNUNGKIDUL-SENIN PAHING, SD Muhammadiyah Mulusan II Padukuhan Mahbang, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, menggelar kegiatan jalan…
SLEMAN-SENIN PAHING, SEORANG kakek berinisial N (73) warga Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, DIY tewas…
YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 210 mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta yang terpilih sebagai kakak asuh…
RONGKOP - KAMIS PON, Musim kemarau panjang tahun ini membawa tantangan ganda bagi Kabupaten Gunungkidul.…