GEDANGSARI, Minggu Pahing – Duncan Bruce Cooley 47, warga berkebangsaan Inggris bersama istri, Intan Aprillia 48, asli Gunungkidul, terpesona menyaksikan tradisi Rasulan yang digelar di lapangan Gubug Gede, Desa ngalang, Kecamatan Gedangsari.
Saking tertariknya, Duncan Bruce Cooley menyarankan, budaya seperti ini bisa dikembangkan, dipoles dan dikemas supaya lebih menarik.
“Yang mengangkat budaya lokal atau budaya Indonesia adalah orang Indonesia, bukan bukan orang asing,” kata Duncan, dalam bahasa Inggris, 16/07/2017.
Dia menilai, sifat gotong-royong masyarakat Indonesia Khususnya masyarakat Gunugkidul masih kental. Warga tidak membedakan keyakinan, suku dan agama. Masyarakat menyatu dalam satu wadah yaitu budaya.
“Sungguh disayangkan kalau adat seperti ini tidak dilestarikan” kata Duncan.
Adat berbasis gotong-royong, menurutnya, merupakan modal kuat dalam membangun kebersamaan.
“Budaya merupakan asset besar yang harus dijaga,” sarannya.
Intan istri Duncan yang kebetulan memang orang asli dari Desa Ngalang, mengatakan dirinya merasa terpanggil untuk kembali ke kampung halaman.
Dia berniat ikut membangun potensi budaya. Ingin pula berpartisipasi mempercepat perkembangan wisata budaya serta seni kreasi.
Repoter: W. Joko Narendro
YOGYAKARTA - SELASA PAHING, Aipda S seorang oknum anggota polisi Polsek Kraton menjalani pemeriksaan Propram…
GUNUNGKIDUL - KAMIS PAHING, Hari Jadi Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan yang ke-93 menggelar bazar UMKM,…
GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON, GEMPA bumi dengan kekuatan Magnitudo 3,0 mengguncang Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah…
PT PERTAMINA Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026,…
GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…