Banjir terjadi di berbagai kota besar di Indonesia. Tidak sebatas kota, desa pun diamuk. Penyebabnya adalah kekeliruan manusia dalam menjalankan fungsi sebagai utusan untuk menyelamatkan (memelihara) dunia.
Tidak pernah ada pengkuan formal juga tidak pernah ada kesadaran, bahwa selama ini manusia telah melakukan pengrusakan, membuka langit dan menutup bumi.
Kegiatan menebang kayu telah melampaui batas kewajaran. Para pemerhati sekaligus pelaku menghitung, bahwa hujan dari langit perlu ditangkal dengan tajuk pepohonan. Tujuannya, supaya air dari langit tidak langsung menghantam bumi.
“Kontak air hujan dengan bumi secara langsung akan mengakibatkan dua hal, erosi dan banjir,” ujar para ahli kehutanan.
Gunungkidul berkali- kali diterjang banjir diikuti tanah longsor, pada hal secara geografis mestinya mustahil, tetapi faktanya banjir melanda 18 kecamatan
BACA JUGA: Andil Gunungkidul Dalam Serangan Oemum 1 Maret 1949
Page: 1 2
YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus…
GUNUNGKIDUL-SENIN PAHING, SD Muhammadiyah Mulusan II Padukuhan Mahbang, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, menggelar kegiatan jalan…
SLEMAN-SENIN PAHING, SEORANG kakek berinisial N (73) warga Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, DIY tewas…
YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 210 mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta yang terpilih sebagai kakak asuh…
RONGKOP - KAMIS PON, Musim kemarau panjang tahun ini membawa tantangan ganda bagi Kabupaten Gunungkidul.…
WONOSARI - RABU PAHING, Sebanyak 8 (delapan) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor…