POLITIK

H. Suyanto, SE : Partai Demokrat Gunungkidul Tegas Menolak Wacana Penundaan Pemilu 2024

WONOSARI-KAMIS PAHING | Pro dan kontra terkait wacana penundaan Pemilu 2024 terus bergulir di kalangan masyarakat maupun elite politik.

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dihadapan ribuan kadernya dalam Bimtek beberapa waktu lalu di Jakarta menyampaikan, secara tegas Partai Demokrat menolak wacana penundaan Pemilu 2024.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul dari Partai Demokrat, H. Suyanto, SE menegaskan, Demokrat Gunungkidul juga menolak wacana penundaan Pemilu 2024.

Suyanto berpendapat, dengan adanya penundaan Pemilu 2024, hal tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap konstitusi.

“Apa yang disampaikan Ketum Demokrat, AHY sangat jelas. Jadi penolakan terhadap penundaan Pemilu 2024 bukan hanya dari Demokrat di daerah tetapi secara nasional. Termasuk Demokrat Gunungkidul menolak tegas terkait hal itu” jelas Suyanto, Kamis, (17/03/2022).

Lebih lanjut Politisi Kawakan Gunungkidul ini mengatakan, Presiden Jokowi semestinya bersikap tegas dan segera menentukan sikap agar kegaduhan yang ada segera reda dan berakhir.

“Kasihan masyarakat Indonesia saat ini, kondisi sekarang masih situasi Pandemi, minyak goreng langka, harga pangan merangkak naik dan belum ada solusi, kini masih ditambah isu Penundaan Pemilu 2024,” tegas Suyanto.

Sementara itu, Ketua Terpilih DPD Demokrat DIY, Hj. Erlia Risti, SE kepada awak media menyampaikan, wacana penundaan Pemilu 2024 merupakan wujud ketidakpercayaan diri penguasa di hadapan rakyatnya.

“Bila pemerintah percaya diri dan merasa dicintai rakyat karena kebijakannya pro rakyat, kebijakan yang diputuskan bermanfaat bagi rakyat banyak maka tidak akan ada persoalan,” ujar Erlia.

Menurut Erlia, penundaan Pemilu 2024 menjadi bukti ketakutan penguasa kepada rakyat. Wacana perpanjangan kekuasaan yang terus digaungkan dalam berbagai bentuk, mencerminkan ketakutan Pemerintah untuk menghindari pergantian kekuasaan pada Pemilu 2024.

“Mereka tidak percaya diri untuk dipilih kembali oleh rakyatnya,” tegas Erlia.

Beberapa kekecewaan masyarakat terkait kebijakan pemerintah, menurut Erlia diantaranya upaya pemerintah dalam mengatasi serta menerapkan aturan PPKM sebagai usaha pengendalian Covid-19.

“Kebijakan yang ada selalu simpang siur dan terus berubah-ubah. Kondisi sekarang diperparah terkait kelangkaan dan mahalnya minyak goreng padahal kita di negara yang kaya akan sumber alam kelapa sawit. Ditambah lagi terkait IKN yang digembor-gemborkan pemerintah. Penundaan Pemilu melanggar konstitusi dan tatanan negara yang sudah disepakati sejak Indonesia merdeka,” tutup Erlia. (Agus SW)

infogunungkidul

Recent Posts

Gempa Magnitudo 3,0 Guncang Gunungkidul

GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON, GEMPA bumi dengan kekuatan Magnitudo 3,0 mengguncang Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah…

2 hari ago

Pertamina Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Hingga 2026 PT

PT PERTAMINA Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026,…

5 hari ago

Tabrak Honda Beat, Seorang Pelajar Meninggal Dunia di TKP

GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

2 minggu ago

JAPFA dan LPER Resmikan Kemitraan Strategis

GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…

2 minggu ago

UNS Wisuda 1.082 Mahasiswa Periode VII Tahun 2026

SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…

3 minggu ago

Unjuk Rasa di Yogya Berlangsung Aman

YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…

3 minggu ago