Categories: RELIGI

Jasa Demang Wono Pawiro Tak Layak Dilupakan

WONOSARI, Jumat Wage— Makam Ki Demang Wono Pawiro berada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Piyaman, Kecamatan Wonosari. Jasa Ki Demang Wono Pawiro dalam Babad Alas Nongko Doyong hingga berdirinya Kota Wonosari tak sepatutnya dilupakan.

Menjelang puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke 186, seluruh unsur Muspida (Musyawarah Pimpinan Daerah) melakukan ziarah ke makam Demang Piyaman, Jumat 19/05/2017. Kedatangan Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD, Dandim, Wakapolres beserta pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul disambut Paguyuban Trah Demang Wono Pawiro.

Bupati Gunungkidul, Hj Badingah S.Sos usai tabur bunga menyatakan, makam Ki Demang Wono Pawiro bisa saja  di pugar menjadi lebih baik.

“Jika semua pihak setuju, maka tahun depan bisa dianggarkan  rehab makam Ki Demang Wono Pawiro,” katanya.

Lebih lanjut orang nomor satu di lingkungan Pemkab Gunungkidul ini mengungkapkan bahwa jasa-jasa Ki Demang Wono Pawiro tidak bisa dilupakan begitu saja.  Sudah sewajarnya jika makam pendiri Kota Wonosari ini mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Senada dengan Bupati, Suharno SE, Ketua DPRD Gunungkidul menggarisbawahi, makam Ki Demang Wono Pawiro  selayaknya diperhatikan.

“Dipugar menjadi lebih baik dan tertata, disediakan  tempat parkir dan transit  representatif untuk para peziarah. Sebab, trah  Ki Demang Wono Pawiro itu  banyak. Tak hanya tinggal di Gunungkidul, banyak yang tinggal di luar kota,” papar Ketua DPR.

Jasa Ki Demang Wono Pawiro menurut Suharno tak boleh dilupakan oleh warga Gunungkidul. Kota Wonosari yang yang sekarang menjadi ibukota Kabupaten Gunungkidul adalah kerja keras Ki Demang Wono Pawiro.

“Jangan sampai kita menjadi kacang lupa akan kulitnya,” tambahnya.

Sementara itu Pramanto, Bc.Hk, Ketua Paguyuban Trah Demang Wono Pawiro mengucapkan terimakasih sebab Bupati Gunungkidul beserta segenap jajaran Muspida melakukan ziarah ke Makam Ki Demang Wono Pawiro.

“Paguyuban Trah Demang Wono Pawiro terdiri dari cucu, buyut, canggah, dan wareng Demang Piyaman yang pertama. Jumlah anggotanya  menyebar di seantero nusantara. Ada yang tinggal di sekitar kota Wonosari, Yogyakarta. Namun ada juga yang tinggal di luar Jawa seperti Sumatera dan Kalimantan,” ujarnya.

Pramanto berharap, ziarah ke makam Ki Demang Wono Pawiro itu menjadi tradisi. Pemkab bisa melaksanakan setiap jelang peringatan hari jadi. Red

infogunungkidul

Recent Posts

Kecelakaan Beruntun, Seorang Pemotor Meninggal Dunia

GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…

5 hari ago

Melintas di Bokong Semar, Truk Tronton Terguling

BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…

2 minggu ago

28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Terbitkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Empat Dekade

JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…

2 minggu ago

“Adu Banteng” Vario Vs Supra dua Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

3 minggu ago

Gorok Leher Sendiri, Pria Asal Gunungkidul Ditemukan Tewas

SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…

3 minggu ago

Waspada! Diduga Ulah Maling, 3 Warga Nglipar Kehilangan Emas dan Uang Tunai

GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…

4 minggu ago