“Dimungkinkan tempat itu, dulu digunakan sebagai tempat bersesuci, juga sebagai air penghidupan,” ungkap Yuliyanto, Minggu, (5/5).
Sumber tersebut juga digunakan oleh masyarakat setempat untuk kebutuhan sehari-hari, sebelum digantikan air PAM.
Tempat tersebut, Yuli bertutur, digunakan untuk wisata air, dan juga wisata budaya, serta wisata religi. Wisata budaya yang dimaksud seperti, acara ritual padusan yang dilakukan setiap setahun sekali.
Dalam ritual padusan secara simbolis air akan diambil dan digunakan untuk bersesuci oleh para pemangku adat.
Setelah itu, masyarakat umum diperbolehkan untuk melakukan padusan atau mandi jamas di Sungai Trukan. Selanjutnya setelah lebaran tiba masyarakat akan mengadakan ritual merti kali.
“Para perantau yang mudik akan kita ajak untuk merti kali ini,” ungkapnya. (jkn)
Page: 1 2
GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON. Upacara adat tradisi pembukaan Cupu Kyai Panjala dilaksankan pada hari ini,…
GUNUNGKIDUL - MINGGU PON, Beberapa agenda kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196 terlaksana dengan…
GUNUNGKIDUL - JUM'AT LEGI, Ritual adat pembukaan Cupu Kyai Panjala di Padukuhan Mendak, Kalurahan Girisekar,…
YOGYAKARTA - SABTU KLIWON, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar serah terima jabatan Direktur Reserse Kriminal…
YOGYAKARTA - JUM'AT WAGE, PUCUK pimpinan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi berganti, setelah Kapolri…
BANTUL - KAMIS WAGE, POLISI mengungkap kasus dugaan penggelapan sejumlah barang milik sebuah toko grosir…