Categories: BUDAYA

Kembali ke Permainan Tradisional, Upaya Mengurangi Permainan Anak Zaman Now

GEDANGSARI, Minggu Pon-Pemerintah Desa Ngalang bekerjasama dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Universitas Sanata Dharma mengadakan lomba permainan tradisional. bertujuanya untuk mengurangi anak bermain HP.

Dengan maraknya anak jaman sekarang keracunan permainan dari HP, menjadi keprihatinan semua pihak, termasuk Pemdes Ngalang dan 14 kelompok mahasiswa yang saat ini menyebar di 14 padukuhan di Desa Ngalang. Permainan tradisional dipusatkan di Rest Area Gubuk Gede, Minggu, (28/01).

Dari laporan hasil pengamatan para mahasiswa selama KKN, mendapati anak usia sekolah bermain HP paling sedikit 4 jam setiap hari, baik dilakukan secara pribadi maupun bergerombol.

Koordinator lomba Guruh Nugroho Aji mengatakan, meskipun di Desa Ngalang sendiri sudah tersedia rumah pintar, namun dari mereka paling banyak bermain internet, apalagi di tempat yang menyediakan fasilitas WIFI.

“Banyak anak bergerombol bermain internet, padahal tidak semua yang didapatkan bagus,” ujarnya.

Dengan semakin autisme terhadap permainan HP, mahasiswa semester VI ini mengkhawatirkan efeknya, bahwa anak jadi malas belajar, selain itu sosialnya terhadap temanpun berkurang.

“Kalau kegiatan seperti ini pasti ada interaksi sosial antar teman, karena saling ketemu,” jelasnya.

Dikatakannya, dalam perlombaan permainan tradisional menampilkan 3 kelompok, permainan egrang, congklak, dan lompat tali yang melibatkan 9 padukuhan dari 14 padukuhan yang ada.

Setiap kelompok ada 3 sampai 4 peserta yang masing-masing mewakili dari padukuhannya.

Sementara itu ditempat yang sama, Kepala Desa Ngalang Kadri mengatakan, bahwa permainan ini cukup bagus untuk menjaga dan melestarikan permainan tradisional pada jaman dulu.

“Karena permainan ini sudah hampir punah, digantikan dengan permainan modern yang hasilnya belum tentu bagus,” ucapnya.

Permainan tradisional ini justru menggambarkan kekompokan, kegotongroyongan, dan kerjasama, serta menghilangkan sifat individualisme.

“Oleh karena itu Pemdes Ngalang mendorong dihidupkannya lagi permainan tradisional ini,” pungkasnya. Joko Narendro_ig

infogunungkidul

Recent Posts

Tabrak Honda Beat, Seorang Pelajar Meninggal Dunia di TKP

GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

5 hari ago

JAPFA dan LPER Resmikan Kemitraan Strategis

GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…

6 hari ago

UNS Wisuda 1.082 Mahasiswa Periode VII Tahun 2026

SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…

1 minggu ago

Unjuk Rasa di Yogya Berlangsung Aman

YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…

2 minggu ago

Pendidikan Khas Kejogjaan Masuk Kurikulum Perguruan Tinggi

YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…

3 minggu ago

Bantul Diguncang Gempa Magnitudo 3,6

BABTUL - KAMIS WAGE, KABUPATEN Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta diguncang gempa bumi tektonik dengan…

3 minggu ago