WONOSARI-Jumat Kliwon | Ketrampilan membatik tahun pelajaran 2019/2020 masuk kurikulum muatan lokal untuk strata sekolah dasar (SD) di Gunungkidul. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Bahron Rosid menyatakan, itu dalam taraf ujicoba.
“Tahun pertama target ujicoba tersebut sebanyak 40 SD,” ujar Bahron di ruang kerjanya, (14/6).
Lebih rinci Bahron menjelaskan, total SD se Gunungkidul 471 unit, negeri 415, sementara yang dikelola swasta 56 SD.
“Kami mengujicobakan SD yang sudah ada guru yang bisa mengajar batik, dan yang sudah ada alatnya,” tegas Kadisdikpora.
Hitungan ke depan siswa dipersiapkan untuk menyongsong perkembangan pariwisata 2025.
Langkah ujicoba itu diambil, seperti dilansir portalgunungkidul, menurut Bahron untuk menindaklanjuti Surat Keputusan Bupati Gunungkidul Nomor 197 Tahun 2017 tentang Penetapan Muatan Lokal (Mulok) bagi Satuan Pendidikan Jenjang Sekolah Dasar. Bambang Wahyu Widayadi
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta, M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, Sebanyak 1.054 lulusan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode IV…