Categories: BUDAYA

Ki Brongkat Jati: Antara Cerita Rakyat dan Sejarah Kerajaan

GEDANGSARI, Senin Pon –  Secara administratif Kabupaten Gunungkidul terbagi menjadi 18 kecamatan 144 desa, 1.431 padukuhan. Wilayah yang luasnya mencapai 46% dari  luas propinsi DIY ini banyak menyimpan cerita rakyat (foklore) bernuansa sejarah. Satu dari 144 desa penyimpan foklore bernuansa sejarah adalah Desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari.

Di dalam, profil desa disebutkan, Desa Ngalang terdiri atas 14 padukuhan meliputi: Boyo, Magirrejo, Buyutan, Manggung, Karanganyar, Sambeng, Karang, Sumberjo, Plosodoyong, Ngalang, Nglaran, Kenteng, Wareng serta Ngasem.

Terkait dengan pelestarian tradisi menghormati leluhur, 14 padukuhan tersebut setahun sekali menyatu, berkumpul di Gubuk Gede melakukan ritual rasulan.

Gubuk Gede dipandang sebagai awal mula pelarian para leluhur kerajaan Majapahit melakukan ritual syukuran terkait dengan hasil cocok tanam.

Di luar upacara syukuran, ada dua  tokoh hebat  versi cerita rakyat,  satu bernama Ki Nolo Gati, dua Ki Brongkat Jati. Tokoh yang disebut pertama memilih olah kebatinan, sedang Ki Bronkat Jati cenderung pada olah kanuragan / kesaktian.

Tokoh muda kelahiran 1972,  Darmawan Ansori mengutip cerita para pinisepuh, bahwa kawasan Kecamatan Gedangsari merupakan jalur utama pedagang dari Klaten menuju pasar yang saat ini berpusat di ibukota Kabupaten Gunungkidul.

Darmawan Ansori bertutur, seorang pedagang dari Klaten melintas Desa Ngalang, menyapa Ki Brongkat. Karena ditegur beberapa kali tidak menyahut, pedagang tersebut naik pitam, mengumpat Ki Brongkat habis-habisan.

Dalam cerita tersebut Ki Bronkat tersinggung, pedagang tersebut diajak duduk di bawah pohon jati. Kemarahan saudagar dari kabupaten Klaten makin mumuncak.

Ki Brongkat kalem tetap duduk, posisi kedua tangan ke belakang merangkul pohon jati.

“Mau sampean apa? Ayo aku ladeni,” ujar Ki Brongkat berdiri, sembari kedua tangan mencabut dan mengakat pohon jati .

Tak pelak, pedagang dari Klaten itu pun tungggang langgang. Sayangnya, menurut Darmawan, semua itu berdasarkan cerita rakyat. Secara historis, cerita tersebut perlu dilacak kebenarannya. Redaksi

infogunungkidul

Recent Posts

Rektor UGM Buka Rangkaian PIONIR, Sambut 11.099 Mahasiswa Baru

YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus…

2 hari ago

Momentum HUT RI ke-81, SD Muhammadiyah Mulusan II Unjuk Kemajuan

GUNUNGKIDUL-SENIN PAHING, SD Muhammadiyah Mulusan II Padukuhan Mahbang, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, menggelar kegiatan jalan…

2 hari ago

Seorang Kakek asal Gunungkidul Tewas Tertemper Kereta Api

SLEMAN-SENIN PAHING, SEORANG kakek berinisial N (73) warga Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul,  DIY tewas…

2 hari ago

Ratusan Kakak Asuh Maba UPN Veteran Yogya Jalani Pelatihan Bela Negara di AAU

YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 210 mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta yang terpilih sebagai kakak asuh…

2 hari ago

Kekeringan Akibat Kemarau Panjang di Gunungkidul Menjadi Perhatian Banyak Pihak

RONGKOP - KAMIS PON, Musim kemarau panjang tahun ini membawa tantangan ganda bagi Kabupaten Gunungkidul.…

5 hari ago

KKN IPB Kenalkan Program Tani Hayati di Gunungkidul

WONOSARI - RABU PAHING, Sebanyak 8 (delapan) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor…

6 hari ago