WONOSARI, Sabtu Pahing–Johan Wahyudi, Direktur EDU Training Centre menulis, kukusan alat penanak nasi memiliki khasiat menyerap radikal bebas (racun) yang ada di dalam beras. Penderita diabetes tidak perlu ragu memakan nasi yang diproses dengan kukusan.
“Jangan meremehkan orang Jawa Kuno. Pengetahuan mereka cukup tinggi,” tulisnya di akun facebook, dua tahun silam.
Ketika nasi dimasak dengan kukusan, menurut Johan semua toksin (racun) kimiawi seperti pestisida dan residu pupuk urea menjadi hilang.
Kukusan yang terbuat dari bambu adalah antioksidan atau pembuang racun karena mengandung silica alami.
“Meskipun kukusan itu berulang-ulang digunakan, zat silicanya bahkan bertambah kuat” tandasnya.
Guru yang gemar menulis karya ilmiah ini menunjuk contoh, Orang China dan Jepang begitu tergila-gila dengan bambu.
Alat masak dimsum, kata dia, sejatinya adalah nyontek teknologi kukusan Jawa. Sangat wajar, manakala orang jaman dulu jarang terkena penyakit aneh-aneh.
Khasiat lain, menanak nasi dengan kukusan membuat nasi tidak lagi menjadi pantangan bagi penderita diabetes. Ini bukan teori tapi dibuktikan oleh banyak orang.
“Termasuk orang Jawa dan keturunannya yang ada di Belanda maupun di negara Suriname,” paparnya.
Ingin hidup sehat? Dia menyarankan kembali menanak nasi dengan kukusan. Tulisan Johan Wahyudi sempat viral, dan dibagikan hingga 519 kali. Agung Sedayu-ig
GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…
BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…
JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…
GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…
GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…