Categories: BUDAYA

Malam ini Upacara Pembukaan Cupu Kyai Panjolo akan Dilaksanakan

PANGGANG, SENIN WAGE – Prosesi upacara adat pembukaan Cupu Kyai Panjolo akan dilaksanakan Senin Wage malam Selasa Kliwon, 1 Oktober 2018. Bertempat di kediaman Dwijo Sumarto Padukuhan Mendak, Desa Girisekar, Kecamatan Panggang. Dwijo Sumarto merupakan keturunan ke 7 pewaris Cupu Kyai Panjolo.

Kepada INFOGUNUNGKIDUL.com dia menjelaskan, ritual upacara adat pembukaan Cupu Kyai Panjolo dilaksanakan setahun sekali serta jatuh pada kalender Jawa mongso papat (kapat) serta untuk harinya dipastikan pada malam Selasa Kliwon.

Mongso kapat terhitung mulai tanggal 19 September, berusia 25 hari. Pada mongso kapat ini kondisi sawah/ ladang tidak ada (jarang) tanaman, sebab musim kemarau. Para petani mulai mempersiapkan menggarap sawah/ ladang untuk ditanami padi gaga serta tanaman lainnya. Pada masa ini kemarau berakhir.

Menurut Dwijo, ritual pembukaan cupu Kyai Panjolo merupakan tradisi turun temurun yang ada di Padukuhan Mendak, Desa Girisekar, serta memuat pralambang untuk para petani (among tani) dalam persiapan musim tanam. Upacara ritual bukaan cupu Kyai Panjolo mengandung maksud ungkapan syukur kepada Tuhan agar para petani diberikan limpahan riski dan hasil panen.

Selain itu tradisi adat bukaan cupu Kyai Panjolo dipercaya oleh banyak kalangan masyarakat mampu memberikan gambaran atau pralambang peristiwa-peristiwa penting yang ada di alam raya ini.

Dwijo menuturkan, bukaan cupu Kyai Panjolo tahun 2018 bersamaan dengan persiapan pelaksanaan pemilihan kepala desa, pemilihan legislatif, dan pemilihan presiden, diprediksi nantinya akan menyedot banyak masyarakat pengunjung untuk menyaksikan langsung bukaan cupu Kyai Panjolo, bukan hanya dari Gunungkidul namun juga luar wilayah Gunungkidul.

“Saya memohon kepada Tuhan semoga pelaksanaan pada malam Selasa Kliwon nanti belum turun hujan, kasihan orang yang datang dari jauh bila sampai gagal tidak bisa melihat prosesi secara langsung,” ungkap Dwijo.

Cupu Kyai Panjolo sendiri menurut penjelasannya terdiri dari 3 benda keramat yang masing-masing memiliki nama sendiri yaitu Semar Kinandu, Palang Kinantang, dan Kenthiwiri. Cupu tersebut disimpan di dalam peti dan dibungkus ratusan kain kafan. Pada saat upacara adat bukaan cupu Kyai Panjolo nantinya di kafan-kafan pembungkus tersebut akan memunculkan pertanda atau pralambang. (Ag)

infogunungkidul

Recent Posts

Kekeringan Akibat Kemarau Panjang di Gunungkidul Menjadi Perhatian Banyak Pihak

RONGKOP - KAMIS PON, Musim kemarau panjang tahun ini membawa tantangan ganda bagi Kabupaten Gunungkidul.…

19 jam ago

KKN IPB Kenalkan Program Tani Hayati di Gunungkidul

WONOSARI - RABU PAHING, Sebanyak 8 (delapan) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor…

2 hari ago

Polda DIY Raih Penghargaan 12 Satker Predikat Pelayanan Prima & Zona Integritas

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…

1 minggu ago

Kakek 70 Tahun Gantung Diri di Pohon Jambu Mete

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta,  M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…

1 minggu ago

Scoopy Tabrak Ambulan PMI, Satu Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…

1 minggu ago

Mobil Brimob Polda DIY Terserempet KA Bandara

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…

1 minggu ago