PERISTIWA

Metode Nyebar Mulai Ditinggalkan Petani

NGLIPAR-JUMAT LEGI | Guna meningkatkan produktivitas tanaman padi beberapa petani di Kabupaten Gunungkidul memilih beralih dengan metode nggarit. Hal tersebut dilakukan karena nggarit dinilai lebih efektif bahkan menghemat benih padi dibanding metode sebelumnya yakni nyebar.

Sebagian besar masyarakat di Kabupaten Gunungkidul tentu tidak asing dengan istilah nyebar. Nyebar merupakan metode tanam benih padi yang biasa dilakukan oleh para petani di Kabupaten Gunungkidul sejak jaman dahulu.

Namun, seiring berkembangnya jaman, nyebar dirasa kurang efektif baik dari kebutuhan benih, proses pengerjaan hingga hasil tanaman. Sehingga sebagian besar masyarakat kini beralih dengan metode nggarit yang dinilai lebih maksimal hasil panennya.

Salah satu petani di Kapanewon Nglipar, Kamiyo mengatakan, ia telah beralih menggunakan metode nggarit sejak beberapa tahun yang lalu.

Kamiyo berujar, Nggarit bisa menyingkat waktu, selain itu tanaman padi juga lebih rajin dan tertata sehingga kebutuhan nutrisi tanaman bisa merata dan diharap mampu meningkatkan hasil panen.

“Lebih irit benih dan proses penaburan cepat,” ujar Kamiyo Kamis (30/11/2023).

Hal senada juga disampaikan salah satu warga di Kapanewon Playen, Yono mengatakan, dengan metode nggarit, tanaman akan berjajar lurus sehingga akan mempermudah proses penyiangan.

Selain itu, Yono menambahkan, dengan metode nggarit tersebut tanaman padi yang tumbuh berbaris lurus akan mempercepat pengerjaan saat masa panen tiba.

“Sudah sekitar sepuluh tahun saya gunakan cara nggarit,” ucapnya.

Nggarit merupakan cara tanam benih padi dengan menggunakan alat yang terbuat dari plat besi yang didesain sedemikian rupa dan sebagian masyarakat menyebut dengan nama Garu.

Cara pengerjaannya juga simpel, hanya dengan satu orang menarik garu tersebut kemudian diikuti oleh penabur benih. Penabur benih sendiri bisa beberapa orang tergantung kebutuhan, dan tentunya semakin banyak semakin cepat.

(A Yuliantoro)

infogunungkidul

Recent Posts

Mencuri Motor, Warga Gunungkidul Ditangkap Polisi

BANTUL - RABU PON, SEORANG pria berinisial AS (34) warga Panggang, Gunungkidul, ditangkap polisi usai…

4 jam ago

Lemot Buka Rekam Medis, RSUD Wonosari Disomasi

GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…

16 jam ago

Keluarga Besar Partai Golkar Berduka, Tokoh Politik Senior Berpulang

GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…

2 hari ago

Smart Batik Indonesia Kembangkan Ekosistem Batik Sawit di Yogyakarta

YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…

4 hari ago

Dugaan Malpraktik RSUD Wonosari akan Dibawa ke-Majelis Disiplin Profesi

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…

4 hari ago

Veda Ega Pratama Pembalap Indonesia Asal Gunungkidul Mengukir Sejarah Besar

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…

5 hari ago