PERISTIWA

Pantai Selatan Sisi Timur Gunungkidul Penghasil Bawang Merah

TANJUNGSARI-JUMAT LEGI | Pantai Sepanjang dan Pantai Porok tahun 2021 berkembang menjadi area budidaya bawang merah dan cabai. Kendalanya satu ketersediaan air hanya berupa sumur gali, kurang mencukupi untuk keperluan pengairan.

Bupati Gunungkidul H. Sunaryanta menyempatkan memanen perdana bawang merah di Kelompok Tani Sedyo Rukun, Dusun Sumuran, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari.

Dalam sambutan singkat Bupati Sunaryanta menyatakan upaya petani menghidupkan pertanian di Kawasan Selatan berdampingan dengan kawasan wisata patut dilestarikan.

“Klaster ekonomi berbasis wisata dan klaster ekonomi berbasis pertanian bisa seiring sejalan saling mengisi,” ujar Sunaryanta 29-4-2,021.

Bawang merah dan cabai mempunyai nilai jual tinggi, menurut Bupati Sunaryanta dapat menaikkan pendapatan petani.

“Lahan pertanian jangan dijual tapi diusahakan dengan komoditas yang bernilai ekonomi sehingga kesejahteraan petani terangkat,” pinta Sunaryanta.

Dalam kesempatan panen perdana, Bupati Sunaryanta menyerahkan biji bawang merah kepada poktan yang akan ditanam bulan Mei 2021.

Dalam panen perdana, Sunaryanta didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY Ir. Sugeng Purwanto, MMA., Kepala Dinas Pertanian Pangan Gunungkidul Ir.Bambang Wisnu Broto, serta Perwakilan Kementerian Pertanian RI. Bupati diantar Panewu Tanjungsari, Lurah Kemadang, Gapoktan Kemadang

Rubiono Ketua Gapoktan Tunas Inti Kemadang mewakili poktan Sedo Rukun Sumuran melaporkan pusat tanaman bawang merah ada di blok bulak Ngrawe, blok bulak lodoyong, blok bulak pindul, dan blok bulak Porok.

“Hasil ubinan panen bawang merah yang pertama saat ini mencapai 8,8 ton per hektar,” ujar Rubiono.

Di lahan seluas 6000 m2 dipaben 5,7 ton bawang merah dengan harga jual Rp 20.000 per kilogram.

Dilaporkan juga bahwa di masing-masing bulak muncul petani milenial yang siap mengerjakan budidaya bawang merah.

Heri (26) petani milenial di Sumuran menyatakan bahwa pada musim tanam selanjutnya akan ditanam bawang merah dan cabe luasnya sekitar 4,5 ha,

“Kendalanya adalah infrastruktur air, karena sumber air dangkal atau sumur gali yang ada sangat terbatas. Kami butuh bantuan sumur bor,” harapnya. (Bambang Widayadi)

infogunungkidul

Recent Posts

Melintas di Bokong Semar, Truk Tronton Terguling

BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…

5 jam ago

28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Terbitkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Empat Dekade

JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…

4 hari ago

“Adu Banteng” Vario Vs Supra dua Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

1 minggu ago

Gorok Leher Sendiri, Pria Asal Gunungkidul Ditemukan Tewas

SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…

1 minggu ago

Waspada! Diduga Ulah Maling, 3 Warga Nglipar Kehilangan Emas dan Uang Tunai

GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…

2 minggu ago

Adu Banteng CBR Vs Supra, Satu Korban Meninggal Dunia

GUNUNGKIDUL – SABTU WAGE, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di Perempatan…

3 minggu ago