GUNUNGKIDUL-SELASA PAHING | Ketua Umum Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia (AIPTKMI) dr. Agustin Kusumayati, M.sc, PhD menyatakan bahwa salah satu tantangan yang harus dihadapi oleh ahli kesehatan masyarakat di era pandemi adalah menangani biohealth determinant.
Yang dimaksud menangani biohealth determinant, kata Kusmayati adalah menyiapkan sarjana kesehatan yang bekerja di pasar karena penularan penyakit yang pertama ada di situ.
Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi terkait istilah yang dikemukakan oleh dr. Kusmayati menyatakan, bahwa Itu istilah teknis kedokteran / kesehatan.
“Yang bisa menjelaskan adalah seorang dokter atau sarjana kesehatan masyarakat,” ujar Immawan, Selasa, (26-1-2021).
Dihubungi terpisah dr. Dewi Irawati selaku Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul menyatakan tidak ada sarjana kesehatan masyarakat yang ditugaskan di pasar-pasar Gunungkidul terkait biohealth determinant.
Yang penting, menurut dr. Ira, pasar di Gunungkidul lokasinya harus memenuhi syarat kesehatan, pedagang dan pembeli berperilaku hidup bersih dan sehat.
“Pemantauan pasar kategori di atas, melekat pada puskesmas di 18 Kecamatan,” pungkas dr. Ira. (Red)
SLEMAN - KAMIS LEGI, SEORANG pria tewas akibat tertemper kereta api di jalur KA KM…
YOGYAKARTA – SELASA WAGE, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta melarang seluruh personelnya menggunakan rokok Elektrik atau…
BANTUL - SENIN PON, KECELAKAAN tunggal yang melibatkan sebuah truk Hino bernomor polisi H-8168-OH terjadi…
SLEMAN - SABTU LEGI, KAPOLRESTA Sleman, Polda DIY AKBP Dhimas Prasetyo membantah adanya informasi yang…
YOGYAKARTA - SABTU LEGI, UNIVERSITAS Gadjah Mada (UGM) menggelar wisuda Program Pascasarjana Periode I Tahun…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, Kepolisian Daerah (Polda) DI. Yogyakarta menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, tidak…