WONOSARI – Rabu Wage | Ari Siswanto, annggota DPRD Gunungkidul awal tahun 2020 menyatakan, sosialisasi pencegahan gantung diri berbasis masyarakat didanai APBD Kabupaten sebesar Rp 1,3 miliar. Menyusul info terbaru, bahwa pendanaan itu gagal direalisasikan.
“Pendanaan sebesar itu tidak jadi. Setelah kita konfirmasi dengan Dinas Kesehatan ada efisiensi. Anggaran tinggal Rp 200 juta, untuk sosialisasi di 18 kecamatan. Tetapi sampai tanggal 4 Maret 2020, sosialisasi belum dilaksanakan,” kata Ari Siswanto di Gedung DPRD Gunungkidul, (4/3/20).
Mengutip data Polres Gunungkidul, korban gantung diri Januari hingga Februari 2020, tercatat 7 (tujuh) korban dilaporkan.
“Bulan Januari 4 (empat) korban, Februrai 3 (tiga) nyawa melayang,” ujar Kapolres Gunungkidul, melalui Kasubag Humas Iptu Enny Nurwidiyastuti.
Menyusul, Selasa 4 April 2020, Rusdiyanto, warga Nglanggeran Wetan, Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk mati di jeratan tali gantungan.
“Tetapi yang Patuk belum terlaporkan secara resmi,” kata Enny, buru-buru menimpali.
Bambang Wahyu Widayadi
SLEMAN - SABTU LEGI, KAPOLRESTA Sleman, Polda DIY AKBP Dhimas Prasetyo membantah adanya informasi yang…
YOGYAKARTA - SABTU LEGI, UNIVERSITAS Gadjah Mada (UGM) menggelar wisuda Program Pascasarjana Periode I Tahun…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, Kepolisian Daerah (Polda) DI. Yogyakarta menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, tidak…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, SEBANYAK 876 mahasiswa Negeri Yogyakarta (UNY) mengikuti wisuda lulusan program Doktor,…
BANTUL - RABU PON, SEORANG pria berinisial AS (34) warga Panggang, Gunungkidul, ditangkap polisi usai…
GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…