WONOSARI, MINGGU LEGI-Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah Wonosari memiliki program kesehatan bagi masyarakat dhuafa yang tidak memiliki jaminan kesehatan dengan program MU Care. Dengan layanan tersebut warga kurang mampu mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis.
Hal tersebut disampaikan Ketua (RS) PKU Muhammadiyah Wonosari, Drs. Moebari, M.Kes saat bertemu Wakil Bupati Gunungkidul Dr. Immawan Wahyudi, M.Hum, Jumat, (04/01).
Lebih lanjud Moebari menyampaikan, selain bagi kaum dhuafa pelayanan kesehatan secara gratis melalui program MU Care juga diberikan kepada Pondok Pesantren (Ponpes), SLB, Panti Asuhan, dan masyarakat difabel.
Moebari menambahkan, bukan hanya dalam hal kesehatan saja dengan program MU Care tersebut, RS PKU Muhammadiyah Wonosari juga peduli guru maisah sejumlah 47 orang di 7 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Gunungkidul.
“Kedepan direncanakan akan ada pengembangan dan penambahan program berkelanjutan MU Care Lazismu yaitu, peduli guru dengan perluasan maisah guru yang membutuhkan di Gunungkidul setingkat SD, SMP, SMA, Ponpes, dan SLB,” jelasnya.
Disamping itu pembentukan klinik rawat inap suportif, gratis untuk kaum dhuafa dan program penanganan serta pencegahan bayi stunting di Gunungkidul, serta penambahan layanan Hemodialisa dan rawat inap umum menjadi target program RS PKU Muhammadiyah Wonosari.
Sementara itu, Immawan Wahyudi menyampaikan ucapan terima kasih atas dedikasi RS PKU Muhammadiyah Wonosari dalam membantu dan mengambil alih beban pemerintah daerah (Pemda) untuk mewujudkan Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati.
Immawan mengharapkan, dengan trend yang dimiliki RS PKU Muhammadiyah Wonosari akan dapat melayani dan menjangkau kepada seluruh lapisan masyarakat.
“Pemerintah daerah sangat mengapresiasi program-program yang telah berjalan, dan saya optimis, kita semua harus optimis diawali dengan niat yang tulus, ikhlas RS PKU adalah calon rumah sakit yang besar dan berkembang,” ungkap Immawan.
Immawan berpesan, untuk menyebarluaskan informasi program-program RS PKU Muhammadiyah Wonosari sampai ke tingkat bawah, RS PKU dapat memanfaatkan fasilitas milik Pemda melalui SID yang dikelola Dinas Kominfo juga dapat melalui LP LPPL Radio Swara Dhaksinarga FM.
“Terkait dengan fasilitas kesehatan yang dimiliki masyarakat agar dikoordinasikan dengan dinas terkait,” jelasnya.
Senada dengan Wakil Bupati, Kepala Dinas Kesehatan, Dewi Irawaty menyampaikan, pentingnya akreditasi rumah sakit. Menurutnya, mulai tahun ini BPJS tidak akan bekerja sama dengan Rumah Sakit yang tidak terakreditasi.
“Kami sangat mengapresiasi PKU Muhammadiyah sudah menerapkan pendaftaran secara on line, hal ini akan mempermudah, mempercepat layanan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Dia menambahkan, unit pengaduan yang mudah diakses masyarakat sangat penting untuk kemajuan dan perkembangan RS PKU Muhammadiyah Wonosari. Selain itu diharapkan agar pihak RS PKU memperhatikan ijin operasional dan ijin praktek dokter. (Ag/ig)
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan yang tergolong brutal bahkan sadis terhadap…
WONOSARI – RABU KLIWON, Seorang remaja di Gunungkidul, menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan brutal oleh…
GUNUNGKIDUL - SABTU LEGI , SEORANG Lansia berhasil ditemukan tim SAR Gabungan dengan selamat setelah…
GUNUNGKIDUL — RABU PON, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) warga Kalurahan Katongan, Kapanewon Nglipar, Kabupaten…
GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…
BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…