Categories: KESEHATAN

RS PKU Muhammadiyah Wonosari Bantah Berlakukan Pasien Diskriminatif

WONOSARI, Rabu Pon-Rumah Sakit Muhammadiyah Wonosari membantah diskriminatif dalam melayani pasein yang menggunakan BPJS. Rumah sakit hanya menjalankan sesuai prosedur. Pasien sudah dipertemukan dengan pihak rumah sakit dan BPJS.

Tugiyo 35, warga RT 04/01 Padukuhan Mertelu,Desa Mertelu, Kecamatan Gedangsari merasa kecewa ketika beberapa waktu yang lalu dirawat di Rumah Sakit yang beralamat di jalan Ki Demang Wonopawiro, RT 07/07, Kemorosari II, Piyaman, Wonosari ini. Pasalnya dirinya ketika dirawat tidak bisa menggunakan kartu BPJS, alasanya harus ada surat rujukan dari Puskesmas.  Sedangkan ada pasien lain yang tidak membawa surat rujukan bisa diterima BPJS nya. Pihak rumah sakit melalui Kepala Bagian administrasi dan umum, Guntur Bayu Murti mengklarifikasi, terkait dengan kesalahpahaman tersebut.

“Kebetulan hari Selasa kemarin sudah kita pertemukan antara keluarga pasien didampingi TKSK Gedangsari, pihak rumah sakit dan petugas BPJS,” jelas Guntur.

Menurut Guntur, dalam pertemuan itu dijelaskan, pasien walaupun masuk UGD tetapi dari analisa dokter belum kategori kegawatdaruratan kalau minta dirawat tidak bisa menggunakan kartu BPJS, terkecuali ada surat rujukan dari Puskesmas.

“Tugiyo menurut dokter tidak masuk kategori kegawatdaruratan,” jelasnya.

Dikatakanya, pihak rumah sakit sudah menyarankan untuk rawat jalan dulu, sambil minta surat rujukan, baru bisa dirawat, itupun harus lewat pemeriksaan di poli dulu, prosedurnya memang harus begitu.

Terakait dengan pasien yang langsung bisa dirawat dengan menggunakan BPJS tanpa harus menggunakan surat rujukan itu yang sudah kategori kegawatdaruratan. Seperti kasus Diyono 70, warga Desa Hargomulyo, Gedangsari.

“Kasusnya sesak nafas akut dan harus segera ditangani rawat inap. Sama-sama masuk UGD tetapi belum tentu masuk kategori kegawatdaruratan, jadi tidak ada unsur diskriminatif,” bantah Guntur.

Diakuinya dalam pertemuan kemarin, pasien minta uangnya untuk dikembalikan, tetapi pihak rumah sakit tidak bisa memenuhi permintaannya.

“Kita hanya menjalankan prosedur yang ada baik dari BPJS ataupun dari RS,” tambahnya.

Namum dalam pertemuan tersebut menurut Guntur sudah tidak ada masalah.

“Pihak pasien sudah minta maaf, kalau ada kesalahpahaman,” pungkasnya.

Reporter: W. Joko Narendro.

infogunungkidul

Recent Posts

Prof Sony Warsono Resmi jadi Guru Besar UGM

YOGYAKARTA - JUMAT LEGI, PROFESOR Sony Warsono, MAFIS, Ph.D.,CA, Ak resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar…

3 hari ago

Rektor UGM Buka Rangkaian PIONIR, Sambut 11.099 Mahasiswa Baru

YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus…

1 minggu ago

Momentum HUT RI ke-81, SD Muhammadiyah Mulusan II Unjuk Kemajuan

GUNUNGKIDUL-SENIN PAHING, SD Muhammadiyah Mulusan II Padukuhan Mahbang, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, menggelar kegiatan jalan…

1 minggu ago

Seorang Kakek asal Gunungkidul Tewas Tertemper Kereta Api

SLEMAN-SENIN PAHING, SEORANG kakek berinisial N (73) warga Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul,  DIY tewas…

1 minggu ago

Ratusan Kakak Asuh Maba UPN Veteran Yogya Jalani Pelatihan Bela Negara di AAU

YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 210 mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta yang terpilih sebagai kakak asuh…

1 minggu ago

Kekeringan Akibat Kemarau Panjang di Gunungkidul Menjadi Perhatian Banyak Pihak

RONGKOP - KAMIS PON, Musim kemarau panjang tahun ini membawa tantangan ganda bagi Kabupaten Gunungkidul.…

2 minggu ago