Categories: KESEHATAN

RSUD Wonosari Terapkan Kebijakan Jam Bezuk Pasien Hanya Sekali Sehari

WONOSARI, Kamis Pon–Masyarakat yang hadir dalam diskusi dengan management Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari mengeluhkan minimnya jam bezuk bagi keluarga pasien. Waktu jam bezuk yang ditera[kan RSUD Wonosari dalam sehari hanya sekali, dari pukul 16.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB, terkecuali hari Minggu ada 2 kali jam besuk, pagi dan sore.

Keluhan warga ini ditanggapi Direktur RSUD Wonosari, dr. Heru Sulistyowati, Sp. A, penerapan jam bezuk yang sudah diberlakukan mulai awal tahun 2017 merupakan kebijakan RSUD Wonosari demi kenyamanan dan kesehatan pasien itu sendiri.

“Selain itu dokter dan perawat akan lebih leluasa untuk memeriksa kondisi kesehatan pasien rawat inap,” ujarnya, Rabu, (04/10)

Lebih lanjut Heru menerangkan, rata-rata pemeriksaan dokter lebih banyak dilakukan pada pagi hari. Sehingga jika dokter dan perawat sedang melakukan tindakan medis terhadap pasien, kemudian ada banyak keluarga yang bezuk, maka hal tersebut justru akan mengganggu.

“Selain itu pasien rawat inap kan juga perlu banyak istirahat dan butuh kenyamanan. Jika banyak yang bezuk, akibatnya justru kurang baik buat pasien itu sendiri,” lanjutnya.

Disis lain budaya masyarakat Gunungkidul dalam bezuk pasien juga perlu diubah. Maklum saja, sekali bezuk biasanya rombongan banyak orang. Tak jarang bahkan yang menggunakan truck, minibus dan sebagainya. Hal ini bukannya membuat penyakit pasien cepat sembuh, justru mengganggu privacy dan kesehatan pasien itu sendiri.

“Maka kebijakan jam bezuk ditentukan hanya sekali, itu sudah melalui uji dan survei dengan rumah sakit yang lain. Rata-rata juga menerapkan kebijakan seperti itu, jadi mohon dimaklumi,” jelasnya.

Dengan kata lain, managemen RSUD Wonosari tetap akan menerapkan kebijakan jam bezuk sehari hanya sekali. Alasannya karena ada nilai plus dan banyak sisi positifnya. Baik dari segi pasien maupun dari segi intern rumah sakit. Selain pasien akan lebih nyaman, kondisi rumah sakit juga lebih bersih, sebab tak jarang pengunjung yang bezuk membawa sampah dan kadang dibuang sembarangan.

 

Reporter : W. Joko Narendro.

infogunungkidul

Recent Posts

Ribuan Mahasiswa Baru UPN Veteran Yogyakarta Ikuti Pembukaan PKKBN

YOGYAKARTA - JUMAT PON, SEBANYAK 5.880 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 Universitas Pembangunan Nasional Veteran…

5 jam ago

Siapkan SDM Berdaya Saing Global, Tim Admisi UNY Sosialisasikan Program IUP

YOGYAKARTA - KAMIS PAHING, TIM Admisi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bergerak aktif mengenalkan International Undergraduate…

16 jam ago

Prof Sony Warsono Resmi jadi Guru Besar UGM

YOGYAKARTA - JUMAT LEGI, PROFESOR Sony Warsono, MAFIS, Ph.D.,CA, Ak resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar…

1 minggu ago

Rektor UGM Buka Rangkaian PIONIR, Sambut 11.099 Mahasiswa Baru

YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus…

2 minggu ago

Momentum HUT RI ke-81, SD Muhammadiyah Mulusan II Unjuk Kemajuan

GUNUNGKIDUL-SENIN PAHING, SD Muhammadiyah Mulusan II Padukuhan Mahbang, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, menggelar kegiatan jalan…

2 minggu ago

Seorang Kakek asal Gunungkidul Tewas Tertemper Kereta Api

SLEMAN-SENIN PAHING, SEORANG kakek berinisial N (73) warga Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul,  DIY tewas…

2 minggu ago