WONOSARI-KAMIS PON | Haryadi, guru SD Nglora, serta Iswara Anggara Widati, guru SD Karantengah I, Purwosari melalui Kepala Sekolah masing-masing menerima tanda duka kematian dan santuan biaya pengobatan dari PGRI Gunungkidul.
Uang duka dan santunan pengobatan diserahkan oleh Ketua PGRI Bahron Rasyid di Gedung Guru, Gadungsari, Wonosari (2/4/20).
Setiap ada kabar duka, PGRI Gunungkidul mengulukan empati. Kebetulan kali ini bersamaan dengan berkecamuknya pandemi Covid-19
“Jadi agak terkesan serem,” ujar Bahron dalam sambutan sebelum menyerahkan santunan.
PGRI Gunungkidul menurut Bahron berupaya untuk selalu memperhatikan anggotanya yang dalam kondisi sakit atau meninggal.
Haryadi, demikian Bahron menuturkan, meninggal dunia 30 Maret 2020 silam bukan karena corona melainkan Deman Berdarah (DB).
“PGRI mengirim tali duka Rp 2,5 juta,” terang Bahron.
Sementara untuk Iswara Anggara Widati dan Yudha (suami) saat ini dinyatakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dirawat di RS Panembahan Senopati menerima Rp 3 juta.
Pasangan Widati-Yudha hasil laboratorium belum keluar, tetapi Exxon putranya dinyatakan positif.
Sebagaimana penjelasan Bahron, Haryadi adalah warga Wonokromo, Pleret, Kabupaten Bantul, sementara keluarga, berdomisili di Ponggok, Palbapang, Bantul. (Bambang Wahyu Widayadi)
GUNUNGKIDUL – JUMAT WAGE, Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Daerah (POLDA) Istimewa Yogyakarta (DIY) menghadirkan…
GUNUNGKIDUL - RABU PAHING, AS (81) seorang lansia warga Padukuhan Manggung, Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari,…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan yang tergolong brutal bahkan sadis terhadap…
WONOSARI – RABU KLIWON, Seorang remaja di Gunungkidul, menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan brutal oleh…
GUNUNGKIDUL - SABTU LEGI , SEORANG Lansia berhasil ditemukan tim SAR Gabungan dengan selamat setelah…
GUNUNGKIDUL — RABU PON, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) warga Kalurahan Katongan, Kapanewon Nglipar, Kabupaten…