WONOSARI – Sabtu Wage | Menyimak film berdurasi 15 detik yang yang diikutkan ke festival “Budaya Dalam Sinema 1”, ada sisi menarik. Jumlah Sineas (pembuat film) di Gunungkidul banyak dan bervariasi, meski sejumlah kekurangan harus ditambal.
Terbukti 15 Rumah Produksi mengajukan karyanya dalam tiga kategori: Dokumenter, Profil dan Fiksi.
VIDEO TERBARU :
Bektiwibowo Suptinarso, tokoh asal Kecamatan Rongkop yang memilih batal menjadi kandidat Bupati Gunungkidul 2020 mensupport para sineas.
“Tetaplah berkarya, tidak akan ada usaha yang sia-sia bagi para kreator,” ujar Bekti (30/11/19).
Terpisah, Heri Sulistyo pencipta film pendek berjudul Tatag, yang diikutkan ke dalam festival mengatakan, bahwa sebagian besar kekurangsempurnaan itu ada di rekaman audio.
“Backsound (musik latar belakang) terlalu dominan, sementara audio aktris dan aktor nyaris tertutup,” ujarnya.
Imbasnya, penonton terhambat dalam memahami pesan di balik film yang sedang ditayangkan.
Sisi lain, tempat yang dimanfaatkan untuk nonton bareng (Jimbaran GK-Steak) tidak diformat sebagaimana gedung bioskop.
Tidak terucapkan, namun penonton yang keluar gedung satu demi satu merupkan ekspresi sebuah kekecewaan.
Sementara menurut Heri Sulistyo dalam membuat film pendek membutuhkan modal yang tidak sedikit. (Bambang Wahyu Widayadi)
GUNUNGKIDUL - SENIN PON, Semangat warga Padukuhan Lemahbang, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, Gunungkidul dalam kegiatan…
SAPTOSARI – MINGGU PAHING, Dampak kekeringan akibat kemarau panjang mulai dirasakan oleh sebagian warga di…
GUNUNGKIDUL - JUMAT KLIWON, Dua warga di Kabupaten Gunungkidul dilaporkan meninggal dunia akibat gantung diri…
GUNUNGKIDUL – JUMAT KLIWON, Warga Dusun Nglaos, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul digegerkan dengan…
GUNUNGKIDUL - KAMIS PAHING, Satu unit kendaraan roda empat jenis sedan di Padukuhan Ngunut Tengah…
BANTUL - KAMIS PAHING, Sebuah truk Mitsubishi Colt Diesel bermuatan sekitar sembilan ton gaplek mengalami…