NGLIPAR-MINGGU PON | Sudah dua bulan lebih para siswa Sekolah Dasar (SD) harus belajar di rumah masing-masing, akibat dampak pandemi Covid-19. Kebijakan pemerintah yang mengharuskan para siswa Belajar dari Rumah (BDR) dengan mengandalkan akses internet, di beberapa wilayah di Gunungkidul siswa mengalami kendala jaringan.
Salah satunya terjadi di Desa Natah, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, untuk dapat mengerjakan tugas yang diberikan para siswa terpaksa harus berjalan kaki sejauh 2 kilo meter melewati jalan menanjak serta area persawahan, guna mencari sinyal internet.
Beginilah perjuangan para siswa di Sekolah Dasar (SD) Negeri Gunung Gambar Gunungkidul, yang setiap kali ada tugas sekolah, mereka terpaksa menelusuri jalan kampung yang naik turun serta melewati area persawahan sejauh 2 kilo meter hanya untuk mencari sinyal internet.
Perjalanan jauh selama hampir 30 menit ini terpaksa dilakukan oleh para siswa lantaran di rumah mereka tidak mendapatkan sinyal internet. Maklum saja, rumah mereka yang berada di Dusun Pringombo, Desa Natah Kecamatan Nglipar, merupakan daerah perbukitan yang tidak terjakau sinyal internet.
Sehingga mereka terpaksa harus berada di rumah seorang warga yang berada di daerah atas bukit untuk menyambungkan wifi yang dipasang oleh pemilik rumah dan memperbolehkan para siswa menggunakan secara gratis.
Nabila Aszahra Sujatmo, seorang siswa kelas 5 mengungkapkan bahwa, ia pun mengeluhkan belajar dari rumah, sebab selain harus menempuh jarak jauh, juga tidak faham akan materi yang diberikan pihak sekolah karena tidak ada guru pembibing yang menjelaskan.
“Sudah rindu dengan sekolah dan ingin kembali belajar bersama teman-teman disekolah,” katanya, Sabtu (16/05/2020) siang.
Kondisi seperti ini sudah berjalan sejak virus korona merebak, selama seminggu ia harus 2 sampai 3 kali berjalan kaki mencari sinyal untuk memastikan mereka dapat mengerjakan tugas ataupun belajar secara online.
“Kira-kira yaa saya harus berjalan kaki sejauh 2 kilo meter sama teman-teman yang lain,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SD Negeri Gununggambar, Purno Jayusman menjelaskan bahwa, lima puluh persen dari 26 siswa di SD Negeri Gununggambar berada di daerah susah sinyal internet.
Pihaknya mengakui bahwa penerapan BDR dirasa tidak efektif mengingat perjuangan para siswa yang harus mengeluarkan tenaga ekstra dari pada belajar di rumah.
“Saya berharap kepada pemerintah bisa memperbaiki kondisi ini agar para siswa tidak kesusahan lagi dalam belajar dari rumah,” tandasnya. (HR)
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…
GUNUNGKIDUL— KAMIS PAHING, Di tengah persoalan kekeringan yang terus terjadi pada setiap tahun, kebutuhan air…
GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON. Upacara adat tradisi pembukaan Cupu Kyai Panjala dilaksankan pada hari ini,…
GUNUNGKIDUL - MINGGU PON, Beberapa agenda kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196 terlaksana dengan…
GUNUNGKIDUL - JUM'AT LEGI, Ritual adat pembukaan Cupu Kyai Panjala di Padukuhan Mendak, Kalurahan Girisekar,…