GUNUNGKIDUL-KAMIS PAHING | Tingginya harga beras, salah satunya disebabkan oleh telatnya musim tanam disejumlah wilayah. Hal ini tentunya mengakibatkan mundurnya masa panen. Bupati Gunungkidul H. Sunaryanta berharap masyarakat khususnya petani, tidak terpengaruh dengan naiknya harga beras tersebut.
Hal itu dikatakan Sunaryanta saat mengikuti panen padi di kelompok Tani Makmur, Karangtengah 1, Karangtengah, Wonosari, Rabu (28/02/2024)
“Sejumlah wilayah di Gunungkidul menurut data Dinas Pertanian sudah memasuki masa panen, harapan kita nanti masyarakat khususnya petani tidak terpengaruh dengan naiknya harga beras,” paparnnya.
Orang nomor satu di Gunungkidul ini juga mengatakan bahwa, para petani hendaknya menanam padi 2 kali dalam setahun jika memungkinkan. Hal ini tentu saja untuk menjaga produktivitas pertanian khusunya padi di Bumi Handayani.
“Beberapa wilayah seperi Ponjong, Karangmojo, Wonosari, Nglipar, dan Playen sudah mulai panen,” ungkapnya.
Di tempat yang sama Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Kabulaten Gunungkidul, Rahajo Yuwono menambahkan bahwa data produktivitas padi dibeberapa daerah mulai masuk.
Salah satunya yakni Ponjong Provitas mencapai 6,8 ton gabah kering giling dengan luasan lahan yang sudah panen mencapai 25 Hektare.
“Di Wonosari sudah panen 29 heltare provitas 7 ton gabah kering giling per Hektare. Karangmojo 11 Hektarer profitas 6,9 ton gabah kering guling. Tepus panen lahan kering 15 hektare profitas 3,5 per Hektare. Ini sementara data yang masuk,” ungkapnya.
Sementara, Ketua Kelompok Tani Makmur, Sugiyo mengatakan luas Bulak Sangkrah dan Telogo Mulyo mencapai 10 Hektare. Hasil Produktivitas padi mencapai 8,704 Ton/Ha gabah kering panen atau 7,038 Ton/Ha gabah kering giling.
“Jenis varietas padi yang digunakan antara lain PP, Cakra Buana, Ciherang dan Madu,” katanya.
Meski panen telat karena masa tanam yang mundur, Sugiyo mengaku bersyukur, lantaran hasil yang didapatkan mampu mencukupi kebutuhan, terlebih saat ini harga beras di sejumlah wilayah termasuk Gunungkidul relatif tinggi.
“Dari 69 anggota kelompok tani hanya sedikit yang dijual, sebagian besar dikonsumsi sendiri untuk stok kebutuhan sehari-hari ,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut Sugiyo juga menyampaikan beberapa aspirasi kepada Bupati diantaranya akses jalan usaha tani belum bisa dilalui kendaraan atau traktor serta dukungan peningkatkan produksi dan meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok.
“Masih ada sedikit kendala butuh dukungan salah satunya prasarana jalan usaha tani yang memadahi,” jelasnya.
(Surya)
BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…
JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…
GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…
GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…
GUNUNGKIDUL – SABTU WAGE, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di Perempatan…