WONOSARI, SABTU KLIWON-Sungai Desa Siraman sepanjang 2 km mengalir melewati tiga dusun yakni Seneng, Winong dan Besari. Sungai tersebut, dewasa ini kumuh dipenuhi limbah pabrik dan sampah rumah tangga, sehingga kehilangan multi fungsi.
Yang selalu berulang, air hujan mengalir ke sungai mengangkut sampah dan tanah. Warga yang bermukim di sekitar sungai kurang peduli terhadap kebersihan. Drainase yang menuju sungai jarang dibersihkan.
Bahkan, demikian terang salah satu perangkat di dalam laman resmi Desa Siraman, sebagian warga banyak yang membuang sampah ke sungai, ditambah limbah berbahaya berupa sampah pabrik.
“Akibat nyata, Sungai Siraman mengalami pendangkalan, kemudian kehilangan fungsi sebagai penyangga ekosistem,” paparnya.
Anak-anak kehilangan area berenang. Ibu-ibu tidak lagi mencuci pakaian sebagaimana saat Sungai Siraman belum tercemar.
Desa, bekerja sama dengan Kapedal menggarap program kali bersih (Prokasih). Diskusi di kalangan warga pun rutin dilakukan.
“Hasilnya, ada harapan, bahwa Sungai Desa Siraman pulih kebersihannya,” pungkasnya. (Agung)
YOGYAKARTA - JUMAT LEGI, PROFESOR Sony Warsono, MAFIS, Ph.D.,CA, Ak resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar…
YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus…
GUNUNGKIDUL-SENIN PAHING, SD Muhammadiyah Mulusan II Padukuhan Mahbang, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, menggelar kegiatan jalan…
SLEMAN-SENIN PAHING, SEORANG kakek berinisial N (73) warga Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, DIY tewas…
YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 210 mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta yang terpilih sebagai kakak asuh…
RONGKOP - KAMIS PON, Musim kemarau panjang tahun ini membawa tantangan ganda bagi Kabupaten Gunungkidul.…