WONOSARI, SABTU KLIWON-Sungai Desa Siraman sepanjang 2 km mengalir melewati tiga dusun yakni Seneng, Winong dan Besari. Sungai tersebut, dewasa ini kumuh dipenuhi limbah pabrik dan sampah rumah tangga, sehingga kehilangan multi fungsi.
Yang selalu berulang, air hujan mengalir ke sungai mengangkut sampah dan tanah. Warga yang bermukim di sekitar sungai kurang peduli terhadap kebersihan. Drainase yang menuju sungai jarang dibersihkan.
Bahkan, demikian terang salah satu perangkat di dalam laman resmi Desa Siraman, sebagian warga banyak yang membuang sampah ke sungai, ditambah limbah berbahaya berupa sampah pabrik.
“Akibat nyata, Sungai Siraman mengalami pendangkalan, kemudian kehilangan fungsi sebagai penyangga ekosistem,” paparnya.
Anak-anak kehilangan area berenang. Ibu-ibu tidak lagi mencuci pakaian sebagaimana saat Sungai Siraman belum tercemar.
Desa, bekerja sama dengan Kapedal menggarap program kali bersih (Prokasih). Diskusi di kalangan warga pun rutin dilakukan.
“Hasilnya, ada harapan, bahwa Sungai Desa Siraman pulih kebersihannya,” pungkasnya. (Agung)
GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…
BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…
JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…
GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…
GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…