WONOSARI-KAMIS PON | Purwanti warga Gelaran 1, Desa Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul membangun tembok sepanjang kurang lebih 20 meter menutupi rumah Ngatiran tetangganya. Akses masuk nyaris buntu karena hanya ada pintu kecil. Tembok tersebut memicu konflik berujung protes minta dibongkar.
Pembangunan tembok menimbulkan ketegangan atara Purwanti dengan Ngatiran. Klimaknya, pembongkaran tembok sepanjang 20 meter dikabarkan dilakukan Kamis 5-8-2021 pukul 12.00 WIB.
Sementara kabar tersebut dibantah Dukuh Gelaran 1 maupun Jogoboyo Desa Bejiharjo, Ariyanto.
Mereka berdua menyatakan bahwa Purwanti selalu pemilik tembok telah berdamai dengan Ngatiran yang halaman rumahnya tertutup total.
Tiga hari yang lalu, ujar Dukuh Gelaran 1, memang ada kesepakatan bahwa tembok milik Bu Purwanti akan dibongkar sebagian.
Tidak semua, sambung Ariyanto selaku Jogoboyo, tetapi menyesuaikan peta desa, karena di situ awalnya memang ada jalan menuju rumah Pak Ngatiran.
Versi berbeda, Wisnu Dwi Atmojo alias Ahong selaku koordinator pembongkaran tembok saat dikonfirmasi menyatakan pelaksanaan diundur karena alasan belum ada tukang.
“Pembongkaran hari ini hanya secara simbolis, dalam arti baru dalam pemberian tanda. Eksekusinya menunggu tenaga teknis,” ujarnya. (Bambang Wahyu)
GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…
BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…
JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…
GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…
GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…