PENDIDIKAN

Terbanyak Sepanjang Sejarah, UGM Wisuda 3.865 Mahasiswa

YOGYAKARTA – KAMIS WAGE, SEBANYAK 3.865 mahasiswa Universitas Gadjah Mada program sarjana dan sarjana terapan Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 diwisuda pada Rabu 19 Agustus 2026.

Jumlah tersebut menjadi periode wisuda sarjana dan sarjana terapan terbesar dalam sejarah UGM, terdiri atas 3.193 lulusan program sarjana dan 672 lulusan program sarjana terapan.

Prosesi dilaksanakan selama tiga hari, dengan hari pertama diikuti 1.427 lulusan dari Fakultas Peternakan, Fakultas Kehutanan, Fakultas Kedokteran Hewan, FKKMK, Fakultas Biologi, Fakultas Psikologi, serta Sekolah Vokasi.

Dari keseluruhan lulusan, 62,12 persen merupakan perempuan dan 37,8 persen laki-laki. Pada program sarjana, rerata masa studi tercatat 4 tahun 1 bulan dengan IPK rata-rata 3,57, sementara program sarjana terapan memiliki rerata masa studi 4 tahun dan IPK rata-rata 3,7.

Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D. menyampaikan bahwa perjalanan akademik para lulusan perlu dilanjutkan dengan kontribusi setelah mereka meninggalkan kampus.

Pendidikan yang ditempuh di UGM, kata Ova, diharapkan memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi persoalan sekaligus membaca peluang yang hadir di tengah perubahan.

Dirinya menekankan pentingnya mengubah bekal akademik menjadi karya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Bagi UGM, capaian pendidikan memiliki keterkaitan erat dengan upaya menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan dan berdampak.

“Saya meyakini bahwa lulusan UGM senantiasa memiliki perspektif sebagai calon pemimpin, memiliki paradigma dan perubahan baru, juga memiliki ide serta karya inovasi yang mampu mengoptimalkan potensi diri dalam lingkup profesi yang ditekuni,” ungkap Ova.

Momentum kelulusan juga dimanfaatkan Rektor untuk menyampaikan simpati kepada masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus.

UGM bersama jejaring alumni telah berkoordinasi untuk mengambil bagian dalam gerakan solidaritas selama masa tanggap darurat.

Menurutnya, upaya tersebut mencakup penanganan terpadu, pemetaan dampak, serta penyaluran dukungan bagi mahasiswa dan alumni UGM yang terdampak bencana.

Rektor menempatkan kepedulian terhadap masyarakat sebagai bagian dari tanggung jawab perguruan tinggi yang perlu terus dihidupkan melalui jejaring dan kolaborasi.

“Bersama alumni, UGM sudah berkoordinasi untuk segera menjadi bagian dari gerakan solidaritas untuk membantu saudara kita yang terdampak dalam masa tanggap darurat,” ujarnya.

Penulis: Witanto
Editor: HRD

Ikuti infogunungkidul di Facebook, Instagram, dan WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0

infogunungkidul

Recent Posts

Belasan Ribu Mahasiswa Baru UNY Ikuti PKKMB

YOGYAKARTA - SELASA PAHING,  SEBANYAK 18.850 mahasiswa baru atau Maba Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Tahun…

2 hari ago

Ribuan Mahasiswa Baru UPN Veteran Yogyakarta Ikuti Pembukaan PKKBN

YOGYAKARTA - JUMAT PON, SEBANYAK 5.880 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 Universitas Pembangunan Nasional Veteran…

6 hari ago

Siapkan SDM Berdaya Saing Global, Tim Admisi UNY Sosialisasikan Program IUP

YOGYAKARTA - KAMIS PAHING, TIM Admisi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bergerak aktif mengenalkan International Undergraduate…

7 hari ago

Prof Sony Warsono Resmi jadi Guru Besar UGM

YOGYAKARTA - JUMAT LEGI, PROFESOR Sony Warsono, MAFIS, Ph.D.,CA, Ak resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar…

2 minggu ago

Rektor UGM Buka Rangkaian PIONIR, Sambut 11.099 Mahasiswa Baru

YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus…

2 minggu ago

Momentum HUT RI ke-81, SD Muhammadiyah Mulusan II Unjuk Kemajuan

GUNUNGKIDUL-SENIN PAHING, SD Muhammadiyah Mulusan II Padukuhan Mahbang, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, menggelar kegiatan jalan…

2 minggu ago