NGAWEN, Jumat Pon | Bus pariwisata PO Ary Jaya, yang mengalami Kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) di Jalan Ngawen-Klaten, pada Rabu, (01/05) telat selama dua tahun dalam melakukan uji KIR.
Hal itu disampaikan Kasubag Dishub Kabupaten Gunungkidul Reza Palevi. Ia mengaku data terkait uji kelayakan bus tersebut diperoleh dari Dishub Kabupaten Bantul.
“Uji KIR terakhir dilakukan pada tanggal 10 Juni 2017, artinya sudah 2 tahun tidak diuji kelayakannya,” ungkap Reza Palevi, Kamis, (02/05)
Selain itu, menurut Reza, ditemukan body bus tidak sesuai dengan standard body aslinya.
“Saat ini body lebih besar, otomatis menambah beban kendaraan,” tambahnya.
Sementara, Kasubag TU Pengujian Kendaraan Bermotor Kabupaten Gunungkidul, Agus Supriyono mengatakan, sebelum bus memasuki wilayah Gunungkidul, sebenarnya sudah terpasang rambu-rambu.
“Untuk ukuran beban kendaraan yang diijinkan maksimum 3 tonase, sedangkan bus Ary Jaya dalam keadaan kosong sudah mempunyai beban 4.370 Kg,” terang Agus.
Agus menambahkan, beban tersebut belum termasuk 33 orang penumpang ditambah satu kondektur dan satu orang pengemudi.
“Jelas ini melebihi beban yang dianjurkan,” ungkapnya.
Meski demikian ia mengakui, rambu-rambu yang terpasang saat ini masih kurang efektif. (Jkn)
GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…
GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…
YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…
GUNUNGKIDUL— KAMIS PAHING, Di tengah persoalan kekeringan yang terus terjadi pada setiap tahun, kebutuhan air…