KESEHATAN

Tiga Faktor Penyebab Peningkatan Jumlah Konfirmasi Positif Covid-19

WONOSARI – KAMIS KLIWON | Peningkatan jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Gunungkidul meningkat signifikan Rabu (22/07/2020), terdapat penambahan hingga 10 positif Covid-19.

Wakil Bupati, Immawan Wahyudi menuturkan, penambahan terjadi karena 3 hal. Pertama, peningkatan akibat dari “Oleh” yakni bawaan warga yang melakukan perjalan ke kota di luar DIY yang memang masih berstatus zona merah.

“Contohnya, satu warga yang melakukan perjalanan daerah zona merah barat yang konfirmasi positif Covid-19 menulari beberapa orang. Ada juga yang dari daerah zona merah timur menulari 4 orang warga. Masih ada lagi dari daerah zona merah lain yang menulari warga lainnya, dan itu nantinya akan bisa menyebar ke masyarakat lainnya,” katanya, saat di konfirmasi melalui telepon, Rabu (22/07/2020) petang.

 

 

Menurutnya, faktor yang paling menonjol adalah bawaan dari perjalanan ke daerah zona merah di luar DIY. Selain perjalanan, penularan juga terjadi karena interaksi satu lingkungan kerja yang jumlahnya mencapai lebih dari satu orang.

“Itulah dua faktor yang dominan menambah jumlah angka konfirmasi positif, dan satu lagi bisa jadi dari hasil karantina reaktif hasil rapid test yang pertengahan Juli ini menambah 5 orang,” jelasnya.

Immawan menambahkan, hal terpenting yang harus kita pedomani untuk pribadi dan keluarga baik lingkungan adalah, berdisiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan, seperti mengenakan masker, cuci tangan dengan sabun sesering mungkin, tidak berkerumun, dan selalu menjaga kebugaran badan dengan mengkonsunsi makanan bergizi serta tidak perlu panik dan jangan menyepelekan pandemi Covid-19 dengan  alasan apapun.

 

 

“Disiplin ini sesungguhnya untuk menjaga diri sendiri sekaligus menjaga orang lain dari kemungkinan tertular Covid-19,” ujarnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul melaporkan, dalam rapat sore tadi pihaknya segera akan melakukan Swab massal mencapai hingga 1000 orang lebih.

Pihak Dinas kesehatan menyebut, besar kemungkinan dari gerakan swab akan menambah jumlah konfirmasi positif Covid-19, walau pihaknya tidak berharap hal tesebut terjadi. (Hery)

infogunungkidul

Recent Posts

Pendidikan Khas Kejogjaan Masuk Kurikulum Perguruan Tinggi

YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…

5 hari ago

Bantul Diguncang Gempa Magnitudo 3,6

BABTUL - KAMIS WAGE, KABUPATEN Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta diguncang gempa bumi tektonik dengan…

5 hari ago

Terbanyak Sepanjang Sejarah, UGM Wisuda 3.865 Mahasiswa

YOGYAKARTA - KAMIS WAGE, SEBANYAK 3.865 mahasiswa Universitas Gadjah Mada program sarjana dan sarjana terapan…

6 hari ago

Belasan Ribu Mahasiswa Baru UNY Ikuti PKKMB

YOGYAKARTA - SELASA PAHING,  SEBANYAK 18.850 mahasiswa baru atau Maba Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Tahun…

1 minggu ago

Ribuan Mahasiswa Baru UPN Veteran Yogyakarta Ikuti Pembukaan PKKBN

YOGYAKARTA - JUMAT PON, SEBANYAK 5.880 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 Universitas Pembangunan Nasional Veteran…

2 minggu ago

Siapkan SDM Berdaya Saing Global, Tim Admisi UNY Sosialisasikan Program IUP

YOGYAKARTA - KAMIS PAHING, TIM Admisi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bergerak aktif mengenalkan International Undergraduate…

2 minggu ago