Categories: PERISTIWA

Tiga Hari Beroperasi, SPPG Kedungpoh Dikeluhkan

GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON |Baru tiga hari beroperasi, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kedungpoh, di Kalurahan Kedungpoh, Kapanewon Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, dikeluhkan sejumlah wali murid. Keluhan tersebut sempat viral di sejumlah social media (sosmed), Selasa ((18/11) siang.

Sebelumnya, beredar foto menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) dengan narasi bernada keluhan, mempertanyakan kelayakan menu tersebut.

Tak tanggung-tanggung dalam caption tersebut, seseorang meminta Bupati Gunungkidul untuk melakukan sidak di SPPG Kedungpoh.

“Mohon dishare min tapi akun saya disamarkan…mau berkeluh tentang MBG di SPPG Kedungpoh kecamatan Nglipar..Apakah sudah layak tolong tag ibu bupati supaya disidak,” tulisnya.

Protes tersebut diduga dilakukan oleh sejumlah ibu-ibu wali murid yang selanjutnya diunggah di beberapa story maupun group WhatsApp (WA), serta Instagram (IG).

Hasil penelusuran awak media diperoleh informasi, SPPG Kedungpoh, Nglipar, yang baru saja beroperasi tersebut diduga juga menggunakan air tanah untuk keperluan dapur MBG.

Hal tersebut dikatakan salah satu warga setempat yang tidak bersedia disebut namanya. Ia menjelaskan, bahwa sebelum hingga sesudah beroperasi, SPPG Kedungpoh, tidak melakukan sosialisasi terhadap masyarakat lingkungan SPPG.

“Setahu saya aturan terbaru, SPPG harus menggunakan air galon, tetapi SPPG Kedungpoh ini saya ko menduga menggunakan air tanah. Selain itu, sampai sekarang beroperasi, kami lingkungan juga tidak ada sosialisasi,” ungkapnya.

Terpisah, menurut ahli gizi SPPG Kedungpoh yang berhasil ditemui awak media menjelaskan, SPPG Kedungpoh saat ini melayani setidaknya 1500 siswa Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD).

“800 porsi untuk TK dan selebihnya untuk siswa SD,” kata ahli gizi, tanpa menyebutkan namanya, Selasa (18/11) sore.

Ia menambahkan bahwa anggaran tersebut sudah dimaksimalkan. Namun demikian, ia mengakui SPPG Kedungpoh telah melakukan kesalahan dan kelalaian, utamanya, dikatakan ahli gizi, pada menu hari Senin, (17/11) lalu.

“Anggaran sudah kita maksimalkan, malah kita ngemin ada laporannya, silahkan dicek laporannya. Tapi kita masih ngejar untuk perbaikan laah, saya akuin yang kemarin Senin, itu emang kesalahan itu,” jelasnya.

Sementara itu, menurut sejumlah informasi, pemilik SPPG Kedungpoh merupakan salah satu Anggota Dewan Kabupaten Gunungkidul inisial W. Namun demikian, hingga berita ini dilansir, W belum memberikan klarifikasi.

Pasca mencuatnya keluhan sejumlah wali murid, hari ini Rabu (19/11), menu MBG di SPPG Kedungpoh diharapkan mengalami perbaikan.

Penulis: Jeck
Editor: HRD

Ikuti infogunungkidul di Facebook, Instagram, dan WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaDcLx896H4QJGQ1ZS0v
infogunungkidul

Recent Posts

Indikasi Praktik Manipulasi TPR Baron, DPRD Minta Audit Menyeluruh

GUNUNGKIDUL-SENIN KLIWON, Persoalan tata kelola pendapatan sektor pariwisata khususnya wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, masih…

4 hari ago

Lupa Matikan Kompor, dua Rumah Ludes Terbakar Berikut Perhiasan dan Uang Tunai

TANJUNGSARI - SENIN KLIWON, Rumah milik Karim (71) warga Padukuhan Panggang 02/10, Kalurahan Kemiri, Kapanewon…

4 hari ago

Janabadra Club Dorong Sinergisitas Alumni Nasional untuk Kontribusi Almamater dan Bangsa

YOGYAKARTA-SENIN KLIWON, Lintas generasi alumni Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta menggelar acara halalbihalal nasional di Swiss-Belresidences…

4 hari ago

Kronologi Lengkap Penemuan Mayat Kering di Dalam Mobil Terparkir

YOGYAKARTA - MINGGU WAGE, warga Dusun Tiyasan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, provinsi DIY…

5 hari ago

Diduga Mencuri Sepeda Gunung, Oknum Anggota SatPol PP Diamankan Polisi

WONOSARI - SABTU PON, Sebuah  tamparan keras institusi pemerintahan kembali terjadi. Kali ini RDS alias…

7 hari ago

DPPPAPPKB dan Polres Gunungkidul Bersinergi Kawal Kasus Asusila Anak di Bawah Umur

GUNUNGKIDUL – RABU KLIWON, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana…

1 minggu ago